Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sebaran Kasus Covid-19 di Kudus, Empat Desa Masih Nihil Kasus Pascalebaran

Sejumlah nakes RSUD Loekmono Hadi Kudus tampak beristirahat sejenak di tengah lonjakan pasien IGD di rumah sakit tersebut (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus disebut sebagai wilayah yang memiliki tingkat lonjakan kasus Covid-19 paling tinggi di Indonesia usai libur lebaran beberapa waktu lalu. Pemerintah sendiri, menyatakan tingginya penularan karena banyaknya klaster keluraga.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten, jumlah total Covid-19 di Kabupaten Kudus hingga Kamis (10/6/2021) pagi mencapai 9.584 kasus. Dari jumlah tersebut, masih terdapat sebanyak 1.946 pasien aktif.

Sementara untuk pasien sembuh berada di angka 6.854 orang dan pasien meninggal berjumlah 784 orang.

Untuk penyebaran pasien aktif pun merata di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus. Kecamatan dengan sebaran kasus tertinggi, berada pada Kecamatan Kota yakni sebanyak 391 orang. Kemudian di Kecamatan Jati dengan 274 pasien, Kecamatan Gebog 252 orang, dan Kecamatan Dawe 217 orang.

Kemudian pada Kecamatan Bae teradapat 216 pasien, Kecamatan Jekulo 196 pasien, Kecamatan Mejobo 170 pasien, Kecamatan Kaliwungu 134 pasien, dan terakhir Kecamatan Undaan 96 pasien.

Sementara pada skala desa, ada lima desa yang punya kasus banyak. Yang pertama Desa Gondangmanis di Kecamatan Bae menjadi yang terbanyak dengan jumlah kasus 75 orang. Disusul Desa Gondosari Kecamatan Gebog sebanyak 69 orang.

Kemudian Kelurahan Purwosari Kecamatan Kota, Desa Jepang Kecamatan Mejobo sebanyak 55 orang, dan Mlati Kidul Kecamatan Kota sebanyak 47 orang.

“Walau demikian masih ada sebanyak empat desa yang sampai saat ini masih nihil kasus Covid-19,” ujar Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Masud, Rabu (10/6/2021).

Empat desa tersebut, lanjut dia, adalah Desa Kauman Kecamatan Kota Kudus, Desa Ternadi Kecamatan Dawe, Desa Blimbing Kidul Kecamatan Kaliwungu, dan Desa Glagah kulon Kecamatan Undaan.

“Jumlah tersebut tentu masih bisa berubah, karena itulah masyarakat di Kabupaten Kudus kami minta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada,” jelasnya.

Camat Kota Kudus Endah Pramudyawati mengatakan, salah satu penyebab tingginya jumlah konfirmasi aktif di Kecamatannya adalah karena pendataan pasien Covid-19 berdasarkan alamat di KTP.

“Banyak dari pasien yang ada di Kecamatan Kota memang ber-KTP kota, namun domisilinya banyak yang tidak di sana,” ujar dia.

Kemudian Camat Jati Andreas Wahyu Adi menyebutkan, tingginya kasus di Kecamatan Jati adalah karena tingginya tracing dan testing di kecamatan tersebut. “Sehingga memang lumayan tinggi kasusnya, mobilitas warga juga bisa dikatakan tinggi,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya memastikan pimpinan kecamatan akan terus berupaya menekan angka penularan Covid-19 di wilayah tersebut.

“Kami juga meminta bantuan warga untuk tetap patuh pada penerapan prokes seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak,” jelasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...