Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Paul Gascoigne Kembali Dikenang Menjelang Uero 2020, Setelah Foden Memulainya

Selebrasi gol Gascoigne yang ikonik.(manchestereveningnews.co.uk/ Stu Forster/Allsport/Getty Images)

MURIANEWS, London- Pemain legendaris Inggris Paul ‘Gazza’ Gascoigne seperti kembali di arena Uero 2020. Hal ini terjadi setelah pemain muda Timnas Inggris Phil Foden melakukan aksi ‘pemujaan’ terhadap bintang Inggris di Uero 1996 itu.

Phil Goden yang saat ini menjadi bagian penting tim Gareth Southgate di Euro 2020, membuat tampilan gaya rambut ala Gascoigne di saat tampil di Euro 1996 silam. Potongan rambut mepet dengan warna putih, adalah gaya Gazza yang fenomenal saat itu.

Menjelang Euro 2020, publik sepak bola Inggris diajaknya untuk kembali mengingat bintang Inggris yang kontreversial itu. Phil Foden meniru gaya rambut pirang yang terkenal, dan menampilkannya di akun istagramnya, lengkap dengan tulisan: “Euro 96 vibe”. Sejak itu, Gascoigne seperti kembali hadir di Euro 2020.

Terhadap hal ini, Paul Gascoigne yang saat ini berusia 54 tahun, menyatakan sangat tersanjung dengan ulah Foden ini. Bahkan ‘si tukang mabuk’ ini juga meminta agar Foden juga meniru gaya selebrasinya yang ikonik saat mencetak gol ke gawang Skotlandia yang terkenal itu.

Legenda Inggris ini meminta agar Foden lebih fokus untuk mengikuti jejak kreatifnya di lapangan sepak bola saja. Terutama saat dirinya berhasil mencetak ‘gol ajaib’ melawan Skotlandia pada 25 tahun silam.

“Saya suka melihatnya bermain – kami memiliki begitu banyak pemain muda yang menarik. Jika Phil Foden mencetak gol, dia harus melakukan selebrasi kursi Dokter Gigi – dan saya akan menuangkan koktail ke tenggorokannya,” seloroh Gascoigne, Rabu (9/6/2021).

Gascoigne akhirnya memang memberikan tanggapan setelah peristiwa di Euro 1996 tentang dirinya kembali dibicarakan fans Inggris menjelang Euro 2020 digelar. Para pendukung Inggris memang membanding-bandingkan dirinya dengan Foden, usai gaya rambut itu diperkanalkan kembali oleh si pemain muda Inggris ini.

Tidak hanya soal gaya rambut saja akhirnya, yang dibanding-bandingkan oleh para penggemar. Namun juga soal gaya bermain dan selebrasinya, saat masih bermain di Timnas Inggris, silam.

“Saya pikir gol itu adalah gol terbesar saya dalam seragam Inggris, dan selebrasi itu menjadikannya momen terhebat. Jadi, beri tahu Phil Foden bahwa aku akan membawanya satu lawan satu di kebun belakangku,” ujar Gascoigne lagi.

Gol Paul ‘Gazza’ Gascoigne saat melawan Skotlandia, di peyisihan Euro 1996, bagi penggemar bola saat itu, memang tiada duanya. Saat itu Gazza mencetak gol dengan tendangan voli setelah ‘melentingkan’ bola melewati bek Skotlandia, Colin Hendry. Gol ini memastikan kemenangan Inggris 2-0 atas Skotlandia.

Gol itu menjadi lebih terkenal lagi, setelah Gazza melakukan selebrasi yang sama sekali berbeda dibanding selebrasi pemain lainnya. Gazza saat itu langsung berbaring di tepi lapangan, sambil membuka mulutnya. Lalu pemain Inggris yang lain menyemprotkan air ke dalam tenggorokannya.

Selebrasi ini dilakukannya untuk mengingatkan ulah kontreversial menghebohkan yang sebelumnya dilakukannya. Sebelumnya Gascoigne memang diketahui mabuk di sebuah Bar. Dalam kejadian itu, dia seperti diletakan pada kursi dokter gigi dengan mulut terbuka dimana beberapa rekannya menuangkan minuman keras ke dalam mulutnya.

Terlepas dari semua yang diperbincangkan public sepak bola Inggris saat ini, Gascoigne menyatakan tetap berharap Inggris bisa mencapai hasil terbaik. Dirinya tetap akan mendukung perjuangan Tim Inggris di Euro 2020.

“Saya harus mengatakan bahwa anak-anak ini benar-benar baik. Saya masih memiliki jiwa patriotik. Ini adalah tim Inggris yang sangat bagus, dan saya menantikan pertandingannya,” ujar Gascoigne menegaskan.

Sementara itu, Phil Foden menyatakan tidak mungkin mengikuti sikap ‘jenaka’ dari sang legenda itu. Namun dirinya mengaku bangga, jika akhirnya bisa mengenang salah satu pemain hebat Inggris itu.

“Saya ingat, saya menonton siaran TV saat Gazza bermain, dia pemain yang luar biasa. Seluruh Inggris tahu apa yang dia lakukan, jadi tidak terlalu buruk jika saya mencoba membawa sedikit Gazza ke lapangan,” ujar Phil Foden.

Selanjutnya Foden juga menyatakan, dirinya tetap akan menjadi dirinya sendiri. Karena tidak mungkin dirinya bisa sama dengan si Legenda. Sehingga tidak mungkin dirinya bisa memenuhi permintaan dari banyak orang terkait dirinya dan Gazza.

“Saya tidak berpikir Anda dapat mendengarkan terlalu banyak apa yang orang katakan. Saya harus mencoba dan menjaga kaki saya tetap di tanah dan menjadi diri saya sendiri,” tutupnya.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: dailymirror.co.uk

 

Comments
Loading...