Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Yang Sembuh Lebih Banyak, Jumlah Pasien Covid-19 di Kudus Mulai Berkurang

Seorang pasien Covid-19 tengah menjalani perawatan di RSUD Kudus beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus berkurang pada Rabu (9/6/2021) malam. Itu terjadi setelah penambahan pasien sembuh lebih banyak dari penambahan pasien positif baru.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Mas’ut menyampaikan, pada Rabu malam terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 204 orang. Sementara jumlah konfirmasi baru, bertambah 184 orang.

Namun, penambahan angka kematian masih tergolong tinggi. Yakni bertambah sebanyak 21 orang.

“Jumlah pasien aktif pun kini berada di angka 1.946 orang, atau menurun sebanyak 41 pasien dari hari sebelumnya,” ujar Masud, Kamis (10/6/2021) pagi.

Walau demikian, Masud mengingatkan baik penambahan maupun penurunan jumlah pasien masih memungkinkan terjadi di Kabupaten Kudus sampai saat ini.

Terlebih di Kabupaten Kudus sendiri, tambah dia, masih terdapat 5.821 kontak erat yang masih dipantau. Kemudian masih ada 479 suspek yang kini masih menunggu hasil swab-PCR nya.

“Selain itu juga ada 147 pasien probable meninggal dunia,” sambungnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarat tetap patuh akan penerapan protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, memakai masker yang dianjurkan, hingga menjaga jarak ketika di kerumunan.

“Dengan begitu bisa mencegah adanya penularan yang lebih masif lagi,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Kudus sendiri resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di Kota Kretek. Sejumlah aturan pun semakin diperketat.

Salah satunya adalah pelarangan kegiatan hajatan dan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan di semua desa di Kabupaten Kudus.

Pemkab, juga mulai melakukan evaluasi terkait Standar Opersional Prosedur (SOP) dalam penanganan hasil tes antigen yang positif. Dalam kasus ini, apabila seseorang yang dirapid dan hasilnya positif, maka harus segera di-tracing kontak eratnya.

Mekanismenya, setelah ada laporan positif langsung dilakukan tracing dari DKK dan Puskesmas. Unsur TNI juga turut dilibatkan dalam proses tracing sampai ke tingkat desa.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...