Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jadi Pelayanan Publik, Komunitas Smart 110 Berharap Call Centre 110 Ada di Aplikasi Smartphone

Petugas saat melayani pengguna Call Centre 110 yang dilaunching Mabes Polri. (Polri.go.id)

MURIANEWS, Jakarta – Ketua Umum Komunitas Smart 110 Arief Wibowo menyambut positif peluncuran nomor pelayanan pengaduan dengan kode akses 110 oleh Mabes Polri beberapa waktu lalu.

Hal ini layanan 110 diharapkan dapat menjadi sentral pelayanan publik yang tidak hanya digunakan untuk pelayanan kepolisian. Akan tetapi juga untuk pelayanan publik seperti pemadam kebakaran, penanganan bencana serta penanganan lainnya.

”Salah satu keberhasilan call center 911 di Amerika Serikat adalah partisipasi komunitas masyarakat yang menginginkan keberhasilan layanan ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Karena itu, kami berharap 110 tidak hanya dapat diakses melalui saluran telepon, juga ada aplikasi di ponsel,” katanya dalam siaran pers yang diterima MURIANEWS, Rabu (9/6/2021)

Dengan begitu, lanjutnya, layanan 110 bisa bersahabat dengan generasi milenial yang aktivitasnya lekat dengan smartphone. Terlebih lagi, jika dalam aplikasi tersebut masyarakat yang ingin mengurus SKCK atau surat kehilangan bisa tinggal lapor dengan men-download surat-surat tersebut.

”Kami juga berharap di aplikasi tersebut ada fungsi video call utk validasi laporan selain NIK pelapor. Hal ini dapat membantu layanan contactless,” paparnya.

Selain itu Arief mengatakan kelak akan ada kebutuhan drone dengan fungsi pendamping patroli Babinkamtibmas yang dapat menjadi respon cepat dari kanal 110 atas laporan masyarakat.

Terkait nomor call center lain yang sudah lebih dahulu hadir, Arief mengatakan nomor nomor tersebut sebaiknya tidak dihilangkan dan cukup di-forward panggilannya ke 110.

”Kalau dihilangkan, nanti masyarakat akan kebingungan,” tegasnya.

Lebih lanjut Arief mengatakan, sebaiknya layanan 110 juga hadir ditempat transportasi publik seperti Transjakarta, MRT, Kereta Api dan LRT.

“Jadi misalnya  kalau ada masyarakat yang kecopetan dan tidak dapat lapor ke 110 karena ponselnya hilang, ia dapat mengakses 110 melalui touch screen 110 yang ada di tempat-tempat umum untuk melaporkan hal tersebut. Agar polisi dapat segera bertindak,” tambahnya.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...