Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Rp 67 Miliar, Dana yang Disiapkan Kudus untuk Tangani Corona Tahun Ini

Petugas medis RSUD Kudus saat keluar dari ruang isolasi. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyiapkan anggaran sebesar Rp 67 miliar untuk penanganan Covid-19 di Kota Kretek untuk tahun 2021 ini. Secara keseluruhan, anggaran tersebut dibagi dalam empat kategori.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Eko Djumartono merincikan, empat kategori tersebut adalah untuk penanganan Covid-19 di masyarakat, dukungan vaksinasi, sinergitas TNI-Polri, dan untuk insentif tenaga kesehatan.

“Yang paling banyak memang untuk insentif tenaga kesehatan daerah, jumlahnya sekitar Rp 33,6 miliar,” ucap Eko, Selasa (8/6/2021).

Kemudian terbanyak kedua, adalah untuk dukungan vaksinasi dari pemerintah pusat. Eko mengatakan, untuk vaksinnya memang diberikan gratis dari pusat. Namun operasionalnya ditanggung pemerintah daerah.

Seperti sumber daya manusia, alat vaksin, ruang vaksinasi, hingga penyediaan alat penyimpan dosis vaksin dan pantauan setelah vaksinasi. “Anggaran untuk itu kami siapkan sebesar Rp 16,2 miliar,” sambungnya.

Sementara untuk pengelolaan pelayanan kesehatan bagi penduduk terdampak krisis kesehatan akibat bencana atau berpotensi bencana, atau yang kerap diistilahkan dengan Dana Tak Terduga (TT), dianggarkan sebesar Rp 15,1 miliar.

“Sementara sisanya, yakni dukungan untuk sembilan kelurahan di Kabupaten Kudus untuk sinergitas dengan TNI-Polri dianggarkan sebesar Rp 1,8 miliar,” sambungnya.

Eko menambahkan, khusus untuk dana tak terduga, kini telah digunakan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk penanganan Covid-19 di masyarakat.

Seperti di Satpol PP untuk giat operasi yustisi senilai Rp 159,7 juta. Kemudian penyediaan sarana prokes di pasar dan kegiatan lainnya oleh Dinas Perdagangan sebesar Rp 196,9 juta.

Kemudian kebutuhan tenda darurat RSUD Loekmono Hadi Kudus Rp 950 juta. Hingga yang paling besar dianggarkan di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) yakni senilai Rp 11,7 miliar.

“Itu digunakan untuk kebutuhan makan minum pasien isolasi mandiri, pengadaan alat kesehatan, kegiatan lain pendukung pengendalian Covid-19,” jelasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...