Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

39 Santri Ponpes di Solo Positif Covid, Langsung Dievakuasi ke Asrama Haji Donohudan

Ilustrasi (Pixabay)

MURIANEWS, Solo – Sebanyak 39 santri pondok pesantren (ponpes) di Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, dievakuasi ke Asrama Haji Donohudan setelah terkonfirmasi positif Covid-19. Para santri itu baru saja kembali ke ponpes setelah mudik Lebaran beberapa waktu lalu.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan saat ini tengah dilakukan tracing kepada puluhan santri lain maupun pengajar yang diketahui sempat berkontak dengan mereka yang positif Covid19 tersebut.

Para santri di Solo yang positif Covid-19 itu kini menjalani isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan sejak Senin (7/6/2021). Kegiatan belajar mengajar di lingkungan itu dihentikan sementara.

“Kemungkinan karena libur Lebaran itu pada pulang, kemudian balik lagi. Kami sudah menyemprot lingkungan pondok dengan desinfektan. Semuanya tanpa gejala atau asimtomatik. Kalau bergejala, tentu akan langsung dibawa ke rumah sakit (RS). Ekornya masih terus kami tracing,” kata dia, kepada Solopos.com, Selasa (8/6/2021).

Ahyani menyampaikan munculnya klaster ponpes di Solo tidak berpengaruh terhadap rencana pembelajaran tatap muka (PTM) pada 12 Juli 2021 mendatang.

Klaster pondok pesantren pernah muncul sebelumnya di Kelurahan Kauman, sekitar dua bulan lalu. Satgas lantas melakukan karantina wilayah di lingkungan pondok guna menekan penularan. Selain santri, pengajar pondok juga diketahui ikut tertular.

“Pencegahan penularan ya, tetap protokol kesehatan. Kalau dari bepergian jangan terus berinteraksi. Karantina mandiri dulu. Hasil 39 orang ini dari 65 yang dilacak. Mereka enggak berkontak dengan lingkungan sekitar, sehingga tracing hanya di lingkungan pondok,” jelasnya.

Munculnya klaster ponpes tersebut bakal menjadi bahan evaluasi Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada pekan depan.

Ia menyebut santri di ponpes tak hanya berasal dari Soloraya, tetapi juga daerah pantai utara dan Jawa Timur. Sragen pun masuk daerah zona merah sehingga belum diketahui sumber awal penularan klaster tersebut.

“Ini baru tracing lapis pertama. Kami tetap memperluas tracing. Laporannya agak telat, notifikasinya baru 2-3 hari lalu. Ini adalah klaster ponpes kedua di Solo,” ungkap Ahyani.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...