Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Brimob Blusukan ke Desa-Desa di Kudus, Semprot Disinfektan dan Sosialisasi Prokes

Brimob Mabes Polri Terjun ke desa-desa semprotkan disinfektan. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – TNI-Polri terus berupaya meredam tingginya kasus corona di Kabupaten Kudus. Sejumlah upaya terus dilakukan, mulai dari penyemprotan disinfektan, pemaksimalan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, hingga edukasi protokol kesehatan.

Bahkan ratusan personel gabungan dari TNI dan Brimob juga turut diperbantukan di Kota Kretek.

Dari pantauan MURIANEWS, personel Brimob belusukan ke desa-desa. Salah satunya melakukan penyemprotan di Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Mereka bersama Satgas Covid-19 setempat menyisir sejumlah gang hingga rumah-rumah warga yang berada di gang turut disemprot cairan disinfektan.

Komandan Detasemen Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) Pasukan Gegana Kelapa 2 Mabes Polri Kompol Octorolas Simbolon mengatakan, jajaran Brimob Polri, Yogyakarta, dan Jawa Tengah memang diperbantukan di Kudus membantu penanganan Covid-19.

Anggota Brimob memeriksa kondisi warga dan menyemprotkan disinfektan di desa-desa di Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Menurutnya saat bertugas, mereka pun dibekali armada khusus dan dilengkapi dengan perlengkapan proteksi hingga perlengkapan dekontaminasi.

“Ini hari ketiga setiap harinya berkeliling tiap kecamatan. Hari ini kami di Kecamatan Kaliwungu melakukan penyemprotan disinfektan secara masif. Ada tiga sasaran di Desa Prambatan Kidul, Sidorekso dan Garung Lor. Karena di desa itu yang terpapar lumayan tinggi,” katanya, Selasa (8/6/2021).

Sasaran prioritas, lanjut dia, ada di wilayah-wilayah zona merah dan akan meluas ke wilayah sekitarnya. Selain penyemprotan disinfektan, juga ada personel yang dibagi tugas lain.

Seperti pemaksimalan program PPKM Mikro, penyuluhan, edukasi,  tracing – testing dan treatment (3T) juga digencarkan.

“Kami semaksimal mungkin membantu memutus mata rantai Covid-19. Baik dari personel TNI ataupun Polri semuanya turun,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Prambatan Kidul, Sutopo Hadi menjelaskan, sampai saat ini di desanya ada 15 warga yang terkonfirmasi positif. Tujuh orang di antaranya sudah dipindahkan ke tempat isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

“Di Prambatan Kidul ada enam yang meninggal terkonfirmasi, mulai pascalebaran. Yang saya kirim (ke Donohudan) ada yang dari RW1, RW3, dan RW4 itu tujuh orang. Sisanya ada yang masih isolasi mandiri dan dilakukan perawatan,” jelasnya.

Pihaknya bersama Satgas Jogo Tonggo juga sudah berupaya untuk membantu memutus mata rantai Covid-19. Dengan memberikan edukasi protokol kesehatan kepada masyarakat dengan berkeliling desa.

“Warga Prambatan Kidul selalu kami upayakan agar saat berpergian memakai masker. Setiap malam kami berkeliling di desa memberikan imbauan-imbauan agar masyarakat patuh protokol kesehatan dan memastikan tidak ada yang berkerumun,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...