Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Dari Tiga Orang, Jumlah Warga Balongsari Blora yang Terpapar Covid Jadi 35

Ilustrasi (Pixabay)

MURIANEWS, Blora – Sebanyak 35 warga Desa Balongsari, Kecamatan Banjarejo, Blora saat ini dinyatakan positif Covid-19, usai menjalani tes swab. Jumlah ini muncul setelah pemerintah desa melakukan swab massal bagi masyarakat yang sebelumnya melakukan kontak erat dengan tiga warga yang dinyatakan positif Covid-19.

“Sebanyak 35 orang yang positif dari 50 orang yang menjalani tes swab,” ucap Kepala Desa Balongsari, Sutikno, Senin (7/6/2021).

Ia tidak menduga peristiwa tersebut bakal terjadi di daerahnya. Sebab, selain adanya kegiatan hajatan, di wilayahnya banyak dijumpai pemudik yang pulang kampung pada Lebaran lalu.

Sutikno menjelaskan banyak masyarakat yang mengeluh tidak dapat merasakan rasa makanan ataupun mencium aroma apapun. Agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi terkait gejala-gejala corona, pihaknya kemudian melakukan swab kepada masyarakat.

“Sebenarnya saya kepingin supaya tidak menyebar kemudian kami koordinasi dengan puskesmas terus memberi vitamin biar masyarakat saya itu sehat itu saja, terus kami antisipasi dengan penyemprotan disinfektan seperti itu. Enggak nyangka akan heboh seperti ini,” terangnya.

Akibat adanya Covid-19 di daerahnya, pihaknya kemudian memberhentikan kegiatan pembelajaran tatap muka di dua SD di desanya.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada para kepala desa lainnya agar memberitahu ke warga desa untuk tidak menggelar hajatan secara besar-besaran.

“Ambil pengalaman dari tempat saya. Kalau sudah seperti ini pusing semua, mending mencegah dan mengimbau agar tidak terjangkit itu. Virus dan penyakit Corona itu ada, tidak perlu bukti. Kalau perlu bukti berarti ingin sakit,” jelasnya.

Meskipun puluhan warga desanya dinyatakan positif Covid-19, Sutikno mengimbau agar mereka melakukan karantina mandiri.

“Kita mengimbau untuk karantina mandiri, dengan konsekuensi desa memberi bantuan sembako dan vitamin, tapi ya pastinya yang namanya menyuruh orang karantina ya tidak semudah itu, karena pengetahuan dan pengalaman orang desa beda sama orang kota. Kalau orang kota disuruh karantina ya karantina, kalau orang desa ya seperti itulah susah untuk mengimbau,” katanya.

Sementara itu untuk mengantisipasi penyebaran covid 19 di desa Balong sari juga dilakukan penyemprotan di tempat fasilitas umum seperti tempat ibadah, poskamling, kantor kelurahan, warung-warung serta rumah rumah penduduk terutama yang keluarganya terpapar Covid-19.

 

Kontributor Blora
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...