Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mengapa Pasien Isolasi Mandiri di Kudus Dievakuasi ke Asrama Haji Donohudan? Ini Jawaban Bupati

Pasien Covid-19 dijemput petugas untuk diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memberangkatkan pasien yang isolasi mandiri dievakuasi ke tempat isolasi mandiri terpusat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Pemberangkatan dimulai sejak Minggu (6/6/2021) dan hingga Senin (7/6/2021) sudah 92 pasien diirim ke Donohudan.

Pemkab Kudus mempunyai alasan tentang hal ini. Yakni terkait dengan fasilitas dan kapasitas tempat isolasi, serta minimnya anggaran penanganan yang kini dimiliki Pemkab Kudus.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, Asrama Haji Donohudan dipilih karena  memiliki fasilitas lebih baik dibandingkan isolasi terpusat yang ada di Kabupaten Kudus.

Kudus sendiri, sebenarnya sudah menyiapkan sejumlah tempat yang digunakan untuk tempat isolasi terpusat.

”Seperti di Rusunawa, Balai Diklat, Graha Muria, itu tersedia (kapasitas) hanya sekitar 400. Sedangkan, yang isolasi mandiri itu ada 1.200-an lebih. Kami alokasikan di sini semua juga tidak cukup, harus ada pemusatan di luar daerah yang kapasitasnya masih 700-an,” katanya, Senin (7/6/2021).

HM Hartopo, Bupati Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Begitu juga, dengan fasilitas di tempat-tempat isolasi yang sudah disediakan memang dirasa memiliki banyak keterbatasan. Mulai dari sarana prasarana, tenaga kesehatan atau sumber daya manusia (SDM) , obat-obatan ataupun vitamin.

Untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan tersebut dibutuhkan anggaran yang cukup banyak. Apalagi saat ini anggaran untuk penanganan Covid-19 sudah menipis.

“Anggaran kami sudah menipis sekali, dana TT (tak terduga) sudah menipis atau refocusing kemarin pun sudah untuk operasional penanganan Covid-19, menipis sekali. Terbatas semuanya, serba mepet, dana TT sekarang tinggal Rp 1 miliar koma sekian,” jelasnya.

Baca: 23 ASN Kudus dan Keluarga OTG Covid-19 Diberangkatkan ke Donohudan, Enam di Antaranya Anak-Anak

Rencananya dana yang tersisa, akan dimaksimalkan untuk penanganan Covid-19 di wilayah Kudus. Salah satunya yakni menggencarkan operasi yustisi.

“Kalau di Asrama Haji Donohudan, saya kira semuanya lebih baik. Ada dokter spesialis, dokter umum, fasilitas olahraga, saya kira lebih baik. Dan yang menganggarkan pemerintah provinsi, jika di sana masih kurang juga akan disediakan di Semarang,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...