Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dinkes Jepara Instruksikan Pabrik-Pabrik Lakukan Rapid Tes Mandiri

Aktivitas di salah satu pabrik di Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara akan memerintahkan seluruh pabrik di Jepara untuk menggelar rapid test kepada masing-masing karyawan. Ini dilakukan untuk mengetahui peta penyebaran kasus Covid-19 yang semakin merangkak naik.

Sekertaris DKK Jepara Muh Ali mengatakan, hanya sebagian kecil perusahaan yang melakukan rapid test kepada karyawannya. Padahal, jumlah karyawan yang bekerja di pabrik-pabrik di Jepara jumlahnya ratusan ribu.

Untuk itu, pihaknya akan mengirimkan surat kepada camat-camat untuk meneruskan intruksi pelaksanaan rapid test mandiri. Selain itu, pihak perusahaan juga diminta untuk melakukan tracing.

“Ini kita mau membuat surat kepada pabrik supaya memperketat tracing. Diharapkan rapid test mandiri. Dari beberapa pabrik sudah ada. Tapi belum maksimal,” kata Muh Ali, Senin (7/6/2021).

Yang sering terjadi, jelas Muh Ali, jika ada karyawan yang bergejala Covid-19 namun saat terdeteksi masih di kampung, maka pihak Puskesmas setempat yang bertanggung jawab. Tetapi karena tracing yang dilakukan perusahaan kurang ketat, maka jarang sekali kasus yang muncul dari pabrik.

“Kalau (karyawan yang bergejala Covid-19, red) sudah masuk pabrik, maka tanggung jawab pabrik itu sendiri,” ujarnya.

Kepada para pimpinan perusahaan, Muh Ali menegaskan agar mereka memperketat protokol kesehatan. Banyaknya karyawan yang bekerja harus dikendalikan dengan maksimal. Terutama terus memakai masker dalam kondisi apapun.

Muh Ali memprediksi, jumlah kenaikan kasus Covid-19 di Kota Ukir masih akan berlangsung sampai pertengahan bulan Juni ini. Prediksi itu dikuatkan dengan positivity rate dalam sepekan ini rata-rata di atas 30 persen.

Selain itu, jumlah tempat tidur isolasi juga sudah mulai penuh. Dari 132 tempat tidur yang tersebar di semua rumah sakit di Jepara, kini telah terisi 103.

“BOR (bed occupancy rate) saat ini 78 persen, tempat tidur (pasien Covid-19) saat ini tersisa 29. Saat ini tempat tidur pasien Covid-19 yang masih banyak di rumah sakit Rehatta Kelet. Untuk yang di RSUD Kartini sudah penuh,” terangnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan pasien akan dilakukan penambahan tempat tidur pasien Covid-19. DKK merencanakan menambah 36 tempat tidur.

Penambahan itu di RS PKU Muhammadiyah Mayong sebanyak 14 tempat tidur. Kemudian di RSUD Kartini sebanyak 14 tempat tidur. Penambahan juga dilakukan di RS Graha Husada sebanyak delapan tempat tidur.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...