Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kudus Dapat Bantuan 2.500 Dosis Ivermectin, Diklaim Bisa Cegah dan Sembuhkan Pasien Covid-19

Obat Ivermectin yang dipercaya bisa menyembuhkan corona. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mendapatkan bantuan 2.500 dosis obat Ivermectin. Obat ini diklaim bisa mencegah dan menyembuhkan seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Bantuan tersebut diserahkan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia bersama PT Harsen Laboratories sebagai produsen obat tersebut, Senin (7/6/2021).

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, informasi yang didapatnya obat tersebut bisa menyebuhkan pasien covid di India. Rencananya obat tersebut akan di distribusikan kepada pasien Covid-19 melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, puskesmas, atau rumah sakit yang ada di Kudus.

“Nantinya akan diberikan kepada pasien Covid-19 yang memang membutuhkan, terutama yang bergejala dulu yang dikasih obat itu, ” katanya.

Iskandar Purnomo Hadi, Direktur Komunikasi PT Harsen Laboratories menyebut, obat itu sebenarnya sudah ditemukan 40 tahun lalu, namun sebagai obat antiparasit. Obat tersebut juga sudah memiliki izin BPOM sebagai obat antiparasit.

“Obat Ivermectin ini berfungsi membunuh virus. Tidak peduli itu virus corona A, B, atau C bisa tetap disembuhkan dengan obat itu, ” ujarnya.

Pihaknya berharap bantuan obat tersebut bisa membantu meredam penyebaran virus corona di Kudus. Apalagi saat ini di Kabupaten Kudus tengah berada pada zona merah.

“Dari obat ini semoga bisa membantu mengurangi Covid-19 di Kudus. Semoga bisa menyembuhkan pasien yang statusnya ringan hingga sedang, ” imbuhnya.

Baca: Obat Yang Diklaim Redam Covid-19 di India Akan Dibagikan di Kudus

Ia menjelaskan, pemakaian obat tersebut jika digunakan untuk pengobatan dosisnya, satu hari satu tablet selama lima hari berturut-turut. Sedangkan, untuk pencegahan bisa diminum di hari pertama, hari ketiga dan hari kelima. ”Minumnya sebelum makan,  tidak ada efek sampingnya. Sehari satu tablet,” terangnya.

Sementara Ketua Perempuan Tani HKTI Jawa Tengah Nur Faisah menjelaskan, obat tersebut merupakan obat anti Covid-19 yang sudah diproduksi di Indonesia. Obat tersebut sudah pernah di dibuktikan di India.

“Bentuknya tablet, mudah-mudahan dalam waktu empat sampai lima hari saat tes swab PCR lagi bisa negatif. Kami sudah mencoba obat itu di India sudah berhasil, dan kami arahkan ke Kudus dulu atas perintah Pak Moeldoko,  karena Kudus zona merah,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...