Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Testimoni Warga Kudus Isolasi di Asrama Haji Donohudan: Lokasi Nyaman, Ditangani Ahlinya

MURIANEWS, Kudus – Video berisi testimoni salah satu pasien Covid-19 dari Kabupaten Kudus yang tengah menjalani isolasi mandiri di Asrama Haji Donohudan, Boyolali beredar di media sosial (medsos). Video tersebut beredar di sejumlah grup WhatsApp, bahkan juga diunggah di akun Instagram resmi @Polsekbae, Senin (7/6/2021).

Dalam video itu, seorang perempuan memberirkan testimoni. Ia bernama Triana, asal Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.

Dalam video berdurasi 40 detik itu, terlihat seorang perempuan yang berjilbab dan bermasker tengah berada di salah satu kamar isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Terlihat pula ruangan yang ada pada video tersebut terdapat beberapa tempat tidur dengan sprei berwarna putih. Di ruangan itu, nampak pula pendingin ruangan (AC) dan kipas angin yang terpasang pada bagian atas ruangan.

Di video itu, Triana bercerita, tengah menjalani program isolasi mandiri di Asrama Haji Donohudan Boyolali bersama keluarganya.

Assalamualaikum saya Triana warga Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Saat ini kami sedang mengikuti program isolasi mandiri di wisma Haji Donohudan.  Saya ikut isolasi bersama kedua anak saya dan suami saya,” kata Triana dalam video itu.

Triana menyebut, lokasi di tempat isolasi tersebut sangatlah nyaman.  Apalagi dirinya bisa tinggal bersama dengan keluarga.

Di sana, mereka mengaku tidak kekurangan makanan ataupun obat-obatan. Tenaga kesehatan yang ahli, juga menangani mereka, sehingga tidak ada perlu yang dikhawatirkan.

“Tempatnya sangat nyaman, di sini saya dan keluarga bisa tinggal bersama. Kami di sini tidak kekurangan makan dan obat-obatan.  Semua ditangani ahlinya, jadi tidak usah khawatir, ayo teman-teman semangat,” ungkap mengakhiri videonya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...