Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Alat Rapid Test Bekas dan Jarum Suntik Dibuang Berserakan di Jembatan Penyeberangan di Kudus

Limbah medis dibuang di jembatan penyeberangan yang menghubungkan Taman Bojana Kudus dengan mal Ramayana. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Limbah medis Infeksius dibuang di jembatan penyeberangan yang menghubungkan Taman Bojana Kudus dengan mal Ramayana Kudus. Hingga Senin (7/6/2021) ini masih banyak limbah yang berserakan di jembatan penyeberangan.

Limbah itu terdiri dari puluhan jarum suntik bekas dan alat rapid test bekas. Pengamatan di lokasi, terdapat lebih dari sepuluh jarum suntik. Di situ juga terdapat dua alat rapid test bekas.

Lokasi pembuangannya berada di sebelah selatan dekat tangga turunan menuju mal Ramayana.

Beberapa warga yang berada di lokasi, termasuk para tukang kebersihan mengaku tidak tahu kapan dana siapa yang membuang limbah medis tersebut.

MURIANEWS menanyakan hal ini kepada ahlinya. Yakni Tri Retno Pujiani, Sanitarian RS Aisyiyah Kudus. Menurut Yani, limbah Infeksius seperti jarum suntik bekas dan alat rapid bekas tergolong limbah Infeksius yang sifatnya berbahaya.

“Itu masuknya limbah Infeksius, dan sangat berbahaya. Seharusnya dibuang di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3 seperti yang ada di rumah sakit. Tidak boleh dibuang sembarangan,” katanya.

Menurutnya, dampak limbah Infeksius yang dibuang sembarangan dapat menyebabkan hal yang tidak bagus bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Salah satunya pencemaran lingkungan.

“Misalnya ditemukan pemulung bisa juga disalahgunakan. Baiknya itu dibuang di TPS limbah B3,” terangnya.

Baca: Pembuang Sampah Medis di Jembatan Penyeberangan di Kudus Bisa Dipidana

Lebih lanjut, menurutnya pembangunan TPS limbah B3 juga tidak dapat asal-asalan. Melainkan ada beberapa SOP juga yang harus dipenuhi.

Yani menjelaskan standar ruang TPS limbah B3. Di antaranya ruangan harus kedap air, tedapat alat pemadam api ringan atau APAR, dan dilengkapi pendingin ruangan.

Selain itu ruangan TPS limbah B3 juga harus dilengkapi dengan timbangan yang digunakan untuk menimbang limbah medis. Kemudian, juga harus tersedia alat pelindung diri (APD) di ruangan TPS limbah B3.

“Lantainya juga harus ada kemiringannya. Karena kalau nanti ada limbah yang airnya bocor bisa langsung mengalir ke saluran pembuangan. Dinding ruangan juga harus kedap air,” ujarnya.

Baca: Belum Diketahui Siapa yang Buang Alat Rapid Test dan Suntikan Bekas di Jembatan Penyeberangan di Kudus

Mengingat untuk ruangan TPS limbah B3 dibuat sedemikian rupa ketatnya, Yani menyampaikan tidak seharusnya limbah B3 yang bersifat Infeksius dibuang sembarangan di tempat umum.

“Untuk membuang juga tidak boleh jadi satu. Harus dibedakan juga yang jarum suntik dengan jarum suntik, yang masker dengan masker, sarung tangan dengan sarung tangan,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...