Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Paman Bejat yang Cabuli Keponakan Sejak SD di Sragen Diancam 12 Tahun Penjara

Ilustrasi

MURIANEWS, Sragen – Seorang paman di Sragen berinisial SP (40) yang tega mencabuli keponakannya sendiri sejak di bangku SD hingga berusia 16 tahun terancam 12 tahun penjara.

Paman bejat tersebut diancam dengan Pasal 82 Ayat (1) UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Betul dengan dijerat pasal tersebut, tersangka diancam hukuman 12 tahun penjara,” Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sragen, Iptu Ari Pujiantoro, seperti dikutip Solopos.com.

Ia menjelaskan berdasarkan pengakuan tersangka dan korban, aksi pencabulan itu dilakukan lima kali. Lokasinya berbeda-beda yakni di rumah tersangka hingga di tengah sawah.

Baca: Bejat! Paman di Sragen Cabuli Keponakan Sejak SD, Alasannya Tak Kuat Ditinggal Istri Jadi TKW

“Tersangka memang sudah lama ditinggal istri bekerja sebagai TKW sehingga ia melampiaskan kebutuhan biologisnya dengan menyetubuhi keponakannya sendiri,” beber Ari, Jumat.

Aksi bejat SP itu sudah dilakukan sejak R masih duduk di bangku kelas VI SD. Beragam cara dilakukan SP untuk menyetubuhi keponakannya sendiri sejak masih duduk di bangku SD.

Awalnya, SP memaksa menyetubuhi keponakannya itu dengan cara membekap mulut korban hingga tak bisa berteriak. Tubuh R yang mungil tidak kuasa melawan kekuatan SP yang dibakar nafsu birahi.

Ironisnya, kali pertama aksi pencabulan itu dilakukan SP di hadapan anaknya sendiri, I, yang sebaya dengan korban. Terakhir, aksi tidak terpuji itu dilakukan SP pada Desember 2020 hingga akhirnya R dinyatakan hamil.

Baca: Bertamu ke Rumah Istri Orang Malam-Malam, Oknum Perwira Polisi di Klaten Ngumpet di WC saat Digerebek Warga

Malang bagi R, ia belum sadar bila sudah berbadan dua. Merasa ada perubahan pada tubuhnya yang diikuti rasa sakit pada perut, R kemudian melapor kepada neneknya, P, 54.

Namun setelah diperiksa ke dokter umum dan meminum obat dari dokter, sakit di perut R tak kunjung sembuh.

R kemudian dibawa ke bidan tak jauh dari rumahnya. Oleh bidan, R disarankan mengikuti tes kehamilan. Betapa terkejut neneknya, hasil tes itu menunjukkan bila R telah hamil empat bulan.

Baca: Bukan Klaster Hajatan, Kasus Pengantin Positif Covid-19 di Sragen Ternyata Klaster Keluarga

Kepada neneknya, R akhirnya buka suara. Ia mengaku telah berkali-kali disetubuhi oleh pamannya sendiri, SP.

“Keluarga besar kemudian menggelar pertemuan. Merasa tidak terima dengan aksi bejat SP, keluarga kemudian melaporkan dia ke polisi,” ujar Iptu Ari Pujiantoro.

Sementara itu, SP saat diperiksa polisi mengaku kali pertama menyetubuhi keponakannya itu sejak 2015. Terakhir, aksi persetubuhan itu dilakukan SP sepulang dari mencari rumput pada Desember 2020.

“Sudah sembilan tahun istri saya bekerja di luar negeri. Kebetulan dia [R] suka main ke rumah saya. Dia berteman dengan anak saya. Dari situ saya tak bisa menahan nafsu hingga akhirnya terjadi (pencabulan),” ujar SP dengan tangan terborgol.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...