Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Harga Bawang Merah di Pati Terjun Bebas, Petani Kelimpungan

Petani menunjukkan bawang merah hasil panen. (MURIANEWS/ Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Petani bawang merah di Kabupaten Pati tidak bisa tidur pulas, lantaran harga jual salah satu bumbu dapur tersebut terjun bebas. Bahkan tingkat penurunan mencapai 50 persen dibandingkan dengan sebelumnya.

Hal itu dirasakan sendiri oleh Susanto, petani bawang merah di Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Ia mengaku, harga jual bawang tersebut turun sejak sebelum Lebaran Idulfitri tiga pekan lalu. Kemudian hingga saat ini, harganya justru semakin parah.

“Bawang merah ukuran sedang, sebulan yang lalu masih diangka Rp 20 ribu per kilogram. Tapi saat ini harganya turun 50 persen menjadi Rp 10 ribu per kilogram,” katanya, Jumat (4/6/2021).

Dengan harga tersebut, ia mengaku tidak bisa mendapatkan apa-apa. Bahkan, jika dibandingkan dengan biaya produksi yang dikeluarkan, kerugian yang diderita cukup banyak.

Susanto menyebut, untuk biaya per hektare lahan bawang merah, dirinya harus merogoh saku lebih dalam, yakni Rp 15 juta. Sementara ketika harganya anjlok seperti saat ini, hasil panen petani hanya mendapatkan uang sekitar Rp 7-8 juta per hektare.

“Dengan harga ini saja, kami tidak bisa mengembalikan modal, malahan kami merugi. Kalau dihitung-hitung, ini sudah mulai terjadi sejak awal pandemi lalu, kemudian harganya terus menurun hingga posisi paling buruk ini,” imbuhnya.

Apalagi, dalam proses produksi tersebut harga pupuk juga melambung tinggi. Kemudian untuk pupuk bersubsidi, para petani masih kesulitan untuk mendapatkannya.

Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tanaman, mereka terpaksa membeli pupuk nonsubsidi yang harganya jauh lebih mahal.

Saat ini, petani bawang merah pun hanya bisa pasrah dengan kondisi harga yang belum ada kejelasan tersebut. Dirinya pun berharap agar pemerintah dapat merespon anjloknya harga bawang merah tersebut.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...