Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Khawatir Covid Tak Bisa Dikendalikan, Bupati Jepara Tutup Semua Tempat Wisata Selama 11 Hari

Dian Kristiandi, Bupati Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akhirnya mengambil sikap tegas dengan menutup semua tempat wisata di Jepara. Penutupan dilakukan selama sebelasa hari, untuk mencegah penyebaran corona.

Tidak hanya objek wisata yang dikelola pemerintah daerah (pemda), seluruh tempat wisaya yang dikelola pemerintah desa, masyarakat, sampai swasta tak luput dari penutupan.

Bupati Jepara Dian Kristiandi, mengambil sikap tersebut setelah melihat adanya tren kenaikan angka kasus Covid-19 di Bumi Kartini.

Pihaknya khawatir jika tidak bisa mengendalikan gelombang penyebaran virus tersebut. Mengingat, tempat wisata menjadi salah satu lokasi yang sangat mudah mengundang kerumunan massa.

“Melihat tren kenaikan, saya khawatir kalau kita tidak membatasi kegiatan, termasuk wisata, nanti akan sulit dikendalikan (penyebaran Covid-19),” kata Andi, Jumat (4/6/2021).

Untuk memastikan seluruh objek wisata tutup total, pihaknya bahkan telah melayangkan surat edaran kepada camat di semua wilayah Kota Ukir. Sampai hari ini, target penutupan tempat wisata itu rencananya sampai 14 Juni 2021 mendatang.

Namun, pihaknya masih ingin melihat kondisi selama sebelas hari ke depan. Jika sekiranya angka kasus Covid-19 terus meningkat dan kondisinya sulit dikendalikan, penutupan tempat wisata akan diperpanjang.

Bahkan, lanjut Andi, kalau memang kondisinya sudah parah, pihaknya akan membatasi semua kegiatan masyarakat. Hajatan pun akan diperketat pelaksanaannya.

Andi menambahkan, pengetatan kegiatan masyarakat didasarkan pada mekanisme Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Yaitu mendasarkan zonasi berdasarkan wilayah yang paling kecil.

Merujuk pada mekanisme itu, bupati mengklaim hingga kini belum ada satu pun desa yang berzona merah.

“Kalau berdasarkan PPKM Mikro, belum ada desa yang zona merah. Hanya ada satu RT yang saat ini zona merah dan di-lockdown,” terang Andi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...