Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ratusan Dosen dan Pegawai Unisnu Jepara Divaksin, Siap Jalankan Kuliah Tatap Muka

Rektor Unisnu Jepara Sa’dullah Assaidi menjalani vaksinasi tahap pertama di Puskesmas Tahunan. (MURIANEWS/Unisnu Jepara)

MURIANEWS, Jepara – Sebanyak 239 dosen dan pegawai di Unisnu Jepara mendapat giliran divaksin Covid-19. Vaksinasi ini sebagai salah satu langkah untuk menyiapkan kuliah tatap muka.

Rektor Unisnu Jepara Sa’dullah Assaidi menyebut, vaksinasi tersebut sudah diusulkan sejak Mei 2021 lalu kepada Satgas Covid-19 kampus. Namun baru hari ini usulan tersebut terealisasi.

Vaksinasi di Unisnu ini dilaksanakan dalam dua gelombang. Yaitu pada Kamis (3/6/2021) hari ini dan Selasa pekan depan di Puskesmas Tahunan, Klinik Yasmin Medika dan Klinik IDI Jepara.

”Ini sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, dan tentunya setelah vaksinasi kami tetap terapkan prokes,” terangnya.

Setelah tahapan vaksinasi ini, pihaknya belum bisa memastikan pembelajaran tatap muka. Tetapi, langkah pencegahan lewat vaksinasi telah digalakkan. Hal ini merupakan kerja sama antara Unisnu dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara.

Sementara itu, untuk mahasiswa yang menjalankan perkuliahan secara daring, diharapkan agar mereka tetap mematuhi prokes. Mengingat saat ini di Kabupaten Jepara dan Kudus sedang mengalami kenaikan angka kasus positif covid.

Sa’dullah mengimbau, meski telah menjalani vaksinasi para tenaga pendidik tetap menerapakan prokes dalam beraktivitas. Baik di lingkungan kampus maupun aktivitas di rumah sekalipun.

”Vaksin ini belum segala-galanya untuk pencegahan. Maka harus tetap disiplin dengan protokol kesehatan yang berlaku, tetap harus waspada, tertib dan disiplin dengan prosedur kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Menurutnya adanya vaksinasi ini paling tidak dosen, tenaga pendidik dan karyawan sudah siap jika ada perkuliahan tatap muka dan penyebaran bisa dicegah. Meskipun prinsip vaksinasi bukan melindungi 100 persen.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...