Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PCNU Kudus Keluarkan Instruksi Darurat Covid-19, Nahdliyin Diminta Taati Prokes dan Munajat Doa Keselamatan

Tangkapan layar surat edaran dari PCNU Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus mengeluarkan instruksi darurat Covid-19. Instruksi bernomor 0384/PC/A.I/H.07/VI/21 itu mengimbau para nahdliyin (warga NU) untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) karena lonjakan kasus di Kudus.

Dalam edaran tersebut terdapat sepuluh poin imbauan dari PCNU Kudus. Sebelum sepuluh poin tersebut, ada dua butir awal yang disampaikan.

Butir pertama menjaga jiwa (hifdhun nafsi) sebagai salah satu maqashidus syari’ah untuk keselamatan dari bahaya yang harus diupayakan secara maksimal.

Lalu, di butir kedua berisi imbauan untuk menerapkan 3M. Seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selain itu juga harus bermunajat lewat doa agar diberi keselamatan. Di butir kedua ini dibagi lagi menjadi 10 poin imbauan.

Pada poin pertama berisi imbauan bagi kaum muslimin dan muslimat untuk munajat doa keselamatan sebagaimana dikatakan oleh KH M Ulil Albab Arwani, selaku Rais Syuriyah PCNU Kudus berupa selawat dan istighfar.

Berlanjut di poin kedua, berisi langkah untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Selain itu saat salat jemaah dilaksanakan dengan cara berjarak satu meter dan tidak melakukan jabat tangan.

Pada poin ketiga, masyarakat diimbau untuk melipat karpet untuk sementara waktu dan menyemprot lantai menggunakan disinfektan. Berlanjut di poin keempat, diharapkan agar pondok pesantren memastikan semua santri sudah bebas dari covid dengan cara negatif rapid test, rapid antigen atau SWAB/PCR.

Tak hanya itu, badan otonom NU diminta agar membentuk Tim NU Peduli Pencegahan Covid-19 di tingkatan masing-masing. Selain itu agar berkoordinasi dengan Tim NU Peduli Pencegahan Covid-19.

Lalu, di butir kelima menyarankan agar sekolah, madrasah, madrasah diniyah, dan TPQ untuk sementara tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka dan untuk sementara diganti daring.

”Kegiatan majelis taklim diliburkan untuk sementara waktu. Kantor dan lembaga jasa agar libur untuk sementara waktu, atau diganti dengan work from home (WFH),” tulis poin keenam dan ketujuh.

Jika harus menyelenggarakan work from office, maka seluruh sarana prasarana protokol kesehatan harus dipenuhi, dan tidak melakukan kontak fisik.

Pada poin kedelapan, PCNU Kudus menyarankan agar rumah dan lingkungan disemprot dengan menggunakan disinfektan. Selain itu menyediakan tempat cuci tangan dan menghindari kontak langsung dengan tamu.

Di poin kesembilan, pasar, toko, dan pusat perbelanjaan memastikan ketersediaan air dan menyediakan tempat cuci tangan. Di poin kesepuluh, tertera instruksi tersebut berlaku mulai tanggal 1 sampai 30 Juni 2021.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...