Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ini Penyebab Melambungnya Corona di Kota Kretek dari Analisa Ketua IDI Kudus

Dokter Ahmad Syaifuddin, Ketua IDI Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus belum mereda. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus dr Ahmad Syaifuddin menyebut, ada penyebab melambungnya kasus corona di Kota Kretek ini.

Dokter Ahmad Syaifuddin yang kini juga tengah berjuang sembuh dari Covid-19 ini menyebut, penyebab ledakan Covid-19 di Kudus terjadi usai libur Lebaran.

Dia menarik ke belakang lagi, menurutnya saat Ramadan masih banyak warga Kudus yang melakukan aktivitas dengan berkerumun, termasuk saat berbuka bersama (buber).

Penerapan protokol kesehatan (prokes) masyarakat Kudus saat itu dinilai tidak disiplin. Dia menyebut masih ada yang tidak memakai masker dan menjaga jarak.

“Dan puncaknya seperti saat ini. Artinya hal ini muncul dari prokes yang mulai kendor. Ketika hal ini dilanggar, kasusnya meningkat seperti ini,” katanya, Rabu (2/6/2021).

Lebih lanjut, dokter Ahmad Syaifuddin memberikan usulan terkait penanganan corona di Kudus ini. Menurutnya protokol kesehatan harus dijalankan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Semua harus sadar dan tetap disiplin. Tetaplah mawas diri dan jangan kendor prokes. Saya yakin kalau itu dijalankan insyaAllah kasus Covid-19 di Kudus bisa turun,” sambungnya.

Baca: Bupati Tegaskan Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus Masih Bisa Dikendalikan

Dokter Ahmad Syaifuddin mengatakan perlu adanya mobilisasi SDM. Sebab, sudah banyak dokter dan perawat yang sudah terkonfirmasi positif.

“Ketersediaan alat rapid antigen juga perlu. Kemudian juga optimalisasi tracing. Sehingga kasus yang positif bisa dengan cepat di-tracing. Tujuannya untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19. Bisa dimulai dari puskesmas,” ujar dia.

Baca: Kasus Aktif Covid-19 di Kudus Mulai Menurun, Angka Kesembuhan Meningkat

Selain itu, mempercepat vaksinasi lansia dan masyarakat produktif dirasa juga penting olehnya. Hal yang dirasa perlu yakni mengutamakan masyarakat Kudus terlebih dahulu.

“Untuk saat ini karena kondisinya seperti ini masyarakat luar Kudus belum kami utamakan dulu untuk perawatan Covid-19 maupun non Covid-19. Kami juga sudah diimbau dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi agar mengutamakan menerima pasien Kudus dulu,” pungkasnya.

Baca: Ketua IDI Kudus Terpapar Covid-19: Indra Penciuman Normal, Suara Saya Agak Serak

Sampai saat ini jumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Kudus bertambah menjadi 189 orang. Atau bertambah sebanyak 33 orang dari hari sebelumnya yakni sebanyak 156 orang nakes. Bahkan satu di antaranya meninggal dunia.

Hingga Selasla (1/6/2021) kasus positif Covid-19 secara akumulasi di Kudus tercatat sebanyak 7.637 kasus. Dengan rincian, 294 orang tengah menjalani perawatan di rumah sakit, dan 938 isolasi mandiri.

Sementara jumlah pasien sembuh tercatat sebanyak 5.773 orang, dan 632 orang meninggal dunia.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...