Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dana Puluhan Miliar Digelontorkan untuk Perbaiki Jalan di Jepara

Salah satu jalan rusak di Kabupaten Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Tak sedikit ruas jalan di Kabupaten Jepara yang rusak sedang hingga parah. Tahun ini, sekitar Rp 35 miliar digelontorkan untuk perbaikan jalan-jalan tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara Ary Bachtiar mengatakan, lelang proyek-proyek pengerjaan jalan sudah selesai. Saat ini, para kontraktor tengah menyiapkan keperluan untuk perbaikan.

Ary menyebut, saat ini proyek perbaikan jalan yang sudah pasti akan berjalan ada 15 paket pekerjaan.

Proyek tersebut dianggarkan dari dana APBD Kabupaten Jepara sebanyak lima paket dengan nominal Rp 3,4 miliar. Sedangkan, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 31,7 miliar untuk 10 paket proyek.

“Sementara anggaran yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Jateng belum ada konfirmasi turunnya anggaran kapan,” kata Ary, Rabu (2/62021).

Pengendara melintasi jalan di Jepara yang mengalami kerusakan. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

Pihaknya mengakui, memang benar banyak ruas jalan yang perlu diperbaiki. Namun, keterbatasan anggaran mengharuskan perbaikan mesti bergantian dengan titik-titik lain.

Selain pekerjaan jalan, lanjut Ary, tahun ini terdapat 90 paket proyek. Dari proses lelang yang sudah dilakukan, lima paket di antaranya harus dilakukan tender ulang. Sebab, ada sejumlah permasalahan administratif yang mesti diperbaiki.

Lima paket yang dilelang ulang yaitu, SPAM di Tedunan, Kecamatan Welahan dengan nilai proyek Rp 330.502.499,99, ruang guru SMPN 2 Bangsri senilai Rp 247.950.000.

Kemudian proyek SPAM di Desa Tanjung Kecamatan Pakisaji senilai Rp Rp 738.000.000, ruang tata usaha di SMPN 4 Kembang senilai Rp 255.315.000, dan pengadaan ponton senilai Rp 3.660.000.000.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...