Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tiap Jumat, Makan Sampai Kenyang di Warung di Kudus Ini Cukup Bayar Rp 8 Ribu

Pelayan Warteg Subsidi Bahari Kudus melayani pembeli. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Langkah bersedekah dengan cara unik ditunjukkan Warung Tegal (warteg) subsidi di Kudus. Namanya Warteg Subsidi Bahari di Jalan Besito, RT 06, RW 01, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Warung ini rutin menggelar program Jumat berkah setiap pekannya. Program Jumat berkah itu memberikan harga yang murah, yakni cukup Rp 8 ribu bisa makan sampai kenyang.

Kegiatan Jumat berkah itu berlaku mulai pukul 12.30 sampai 14.00 WIB. Syaratnya pelanggan harus makan di tempat. Jika makan dibungkus, pelanggan dikenakan harga normal.

Pengelola Warteg Subsidi Bahari cabang Kudus, Novitasari menyebut, semua menu bisa dipesan hanya dengan harga Rp 8 ribu setiap hari Jumat.

Rinciannya terdiri dari sayur, minuman, dan satu lauk-pauk. Untuk sayur tidak dibatasi ragamnya. Sedangkan untuk minuman dan lauk-pauk hanya satu ragam saja.

“Boleh pesan sesukanya. Misal untuk nasi ayam, sayur, dan minum itu biasanya kan Rp 15 ribu. Kalau hari Jumat jadi Rp 8 ribu. Terus seperti ikan, sayur, dan teh itu biasanya Rp 12 ribu. Kalau hari Jumat jadi Rp 8 ribu,” katanya, Selasa (1/6/2021).

Sejak pertama buka pada April 2021 lalu, warteg sudah empat kali menyelenggarakan program Jumat berkah. Sejauh ini, menurut Novitasari respon dari masyarakat terbilang positif. Sebab, setiap Jumat warteg yang dikelolanya itu ramai pembeli.

“Kalau Jumat kadang sampai kekurangan gelas dan piring. Alhamdulillah tidak ada komplain. Komplainnya biasanya itu dari pelanggan bilang kok cepat habis menunya,” terang dia.

Baca: Warteg Subsidi Hadir di Kudus, Harga Ramah di Kantong

Berkaca dari Jumat berkah yang sudah berjalan empat kali, Novitasari dan pelayannya dalam sehari harus masak empat kali untuk menu sayur-sayuran. Sedangkan untuk menu ayam, pihaknya harus masak sampai dua kali.

“Tujuan kami hanya berbagi. Tidak ada tujuan lain. Selain itu harapan kami bisa membantu orang-orang yang kurang mampu juga,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...