Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pandemi di Kudus Belum Mereda, Atlet PTM Sukun Lakukan Penyesuaian Latihan Fisik

Atlet PTM Sukub berlatih di GOR Sukun Sport Center belum lama ini.(MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pandemi di Kudus saat ini belum mereda. Alhasil, atlet Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun melakukan penyesuaian latihan fisik.

Penyesuaian latihan fisik itu dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan (prokes). Tujuannya agar kesehatan atlet tetap terjaga.

Pelatih Fisik PTM Sukun, Frengki Setyo mengatakan adanya penyesuaian protokol kesehatan selama latihan fisik. Namun, penyesuaian tersebut tidak merubah porsi program latihan fisik.

“Kami lakukan penyesuaian selama pandemi. Tetapi tidak merubah program yang ada,” katanya, Selasa (1/6/2021).

Beragam penyesuaian disampaikan olehnya. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Penerapan prokes itu dilakukan dengan berbagai cara. Yakni memakai masker mulai dari mes pemain hingga ke tempat latihan GOR Sukun Sport Center.

Setibanya di GOR Sukun Sport Center, atlet diminta untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke area GOR.

Pengecekan suhu tubuh juga rutin dilakukan. Menurut Frengki, atlet yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat diminta untuk istirahat. Kemudian, atlet diperbolehkan melepas masker hanya ketika sedang berlatih.

Tak berhenti di situ, prokes juga diterapkan selama jalannya latihan. Yakni dengan membagi atlet menjadi dua kelompok. Sedianya, atlet PTM Sukun ada 16 orang. Namun, saat ini dua diantaranya sedang Training Camp di Jakarta.

“Saat ini di Kudus ada 14 atlet. Karena yang dua sedang TC. Jadi selama latihan kami bagi dua kelompok. Misal lari tujuh atlet dulu. Sementara tujuh lainnya menunggu terlebih dahulu. Supaya tidak berkerumun,” terangnya.

Frengki menambahkan, penyemprotan peralatan gym juga dilakukan. Baik sebelum dan sesudah digunakan. Tujuannya, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Alat gym sebelum dan sesudah kami pakai langsung disemprot. Itu juga bergiliran saat nge gym. Tujuh atlet dulu, setelah selesai dilanjut tujuh atlet berikutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Frengki mengatakan sejauh ini kondisi atlet sehat dan tidak ada yang terpapar Covid-19. Rapid antigen juga rutin dilakoni atlet setiap dua bulan sekali.

“Alhamdulillah kondisi anak-anak baik dan sehat. Kami juga terus koordinasi dengan ahli gizi. Selain itu setiap dua bulan sekali rutin dilaksanakan rapid antigen bagi atlet,” pungkasnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...