Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jepara Siap Bantu Kudus Jika Ada Rujukan Pasien Covid-19

Petugas medis RSUD Kudus tengah menyiapkan ventilator untuk pasien Covid-19. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus terus melonjak, dan menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Kabupaten Jepara, yang merupakan daerah tetangga menyatakan siap menampung pasien Covid-19 dari Kota Kretek itu.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Jepara Dian Kristiandi, Senin (31/5/2021). Menurutnya, jika memang dibutuhkan, rumah sakit di Jepara siap terbuka untuk menerima pasien dari Kudus.

Sebab, jumlah tempat tidur isolasi yang dimiliki Jepara masih banyak yang kosong. Dari 140 tempat tidur isolasi, yang terpakai belum mencapai 50 persen.

“Kudus (yang notabene-red) menjadi rujukan sekarang tidak bisa menerima pasien dari mana-mana. Kalau mereka butuh, kita bisa membantu, kenapa tidak. Sepanjang kita masih bisa mencukupi. Saya kira berbagi dengan daerah lain wajar. Tak ada masalah,” ucap Andi.

Namun, lanjut Andi, jika tren penyebaran Covid-19 di Jepara nantinya mengalami kenaikan yang signifikan, dan tempat tidur isolasi menipis jumlahnya, pihaknya akan memilih untuk mengutamakan warga Jepara sendiri.

Baca: 140-an Nakes Positif Covid Termasuk Ketua IDI, Menkes Beri Pesan Khusus untuk Warga Kudus

Ditanya kemungkinan lockdown, Andi menegaskan bahwa keputusan itu akan sulit untuk diambil. Sebab, hal itu akan berdampak buruk bagi mobilitas Kota Ukir. Terutama yang paling terganggu adalah mobilitas warga yang bekerja dari dalam atau luar Jepara.

“Kalau kita membatasi pergerakan (lockdown-red) itu, saya kira nanti kebijakannya akan meluas. Kalau membatasi itu namanya lockdown. Kita yang repot. Dulure dewe ora isa mbutgawe (saudara sendiri tidak bisa bekerja-red),”  terangnya.

Bagi Andi, kebijakan-kebijakan lain masih bisa ditempuh jika dibandingkan dengan lockdown. Seperti mengisolasi penyebaran kasus dari yang paling kecil dulu. Atau menekan potensi penyebaran dari kasus-kasus dengan skala kecil.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...