Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pep Guardiola Bagaikan ‘Konduktor Gila’, Saat Memimpin City di Final Champions

Pep Guardiola. ‘Konduktor Gila’ di Liga Champions. (theguardian.com/ Pierre-Philippe Marcou – Pool / Getty Images)

MURIANEWS, London- Kekalahan Manchester City dari Chelsea masih terus menjadi perbincangan. Pertandingan yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Chelsea tersebut, menempatkan Guardiola menjadi sasaran kritik pedas dari beberapa media Inggris.

The Guardian, bahkan menyebut Guardiola pada pertandingan ini sebagai ‘Konduktor Gila’, saat melakukan keputusan taktikalnya. Pilihan pemainnya yang tidak menyertakan Fernandinho di tengah, membuat Guardiola dianggap melakukan kesalahan mendasar.

Fernandinho yang merupakan gelandang bertipikal bertahan, sama sekali tidak masuk dalam rencana awal Guardiola di Final Liga Champions ini. Pep malah memasukan Rahem Sterling yang tidak konsisten permainannya ke daftar 11 pemain pertama.

Keputusannya ini tak pelak membuat banyak pergunjingan, bahkan sebelum pertandingan dimulai. Ketika hasil minor terjadi menyusul keputusannya ini, maka kritik pedas akhirnya mengalir dasyat kepada Guardiola.

“Apakah itu salah? Guardiola tidak hanya melepas rem tangan di sini, ia juga mencabutnya dan melemparkannya keluar melalui jendela penumpang,” tulis The Guardian, menyusuli hasil pertandingan itu.

Masih menurut The Guardian, di atas kertas hanya ada satu perubahan nyata, dengan Raheem Sterling masuk dan Fernandinho dan / atau Rodri absen. Namun keputusan itu, telah menganggu seluruh posisi dari tim di Manchester City.

“Guardiola memilih untuk pergi ke final Liga Champions tanpa satu pun gelandang bertahan yang bermain,”serang The Guardian.

Saat Timo Warner melakukan tiga kali usaha yang gagal ke arah gawang Chelsea, seharusnya Guardiola mengambil sikap. Namun Guardiola masih belum peduli, dan Guardian menyebutnya bagaikan konduktor gila.

BACA JUGA: Guardiola Kembali ‘Main-Main’ Saat Hadapi Tuchel, Hasilnya Kalah Lagi

“Sepanjang semua ini Pep berdiri dengan kedok konduktor modernis yang sangat gila, berputar-putar dan menerjang, melakukan pukulan midge-swat dua tangan dengan cepat, menunjuk pada hal-hal yang hanya bisa dilihatnya,” serang Guardian lagi.

Hingga akhirnya Chelsea berhasil mencetak gol. Sementara para pemain City terlihat kebingungan denga napa yang terjadi. Memasuki babak kedua, tepat setelah satu jam pertandingan, Fernandinho akhirnya dimasukan.

Situasi menjadi normal di permainan Manchester City, namun tidak cukup waktu dan kesempatan bagi mereka untuk merubah keadaan. Mereka tetap kalah, dan Pep Guardiola harus mempertanggung-jawabkan keputusannya.

Guardiola sendiri menyatakan semua keputusannya merupakan yang terbaik yang bisa dilakukannya. Meninggalkan Fernandinho di lini tengah dan memainkan Raheem Sterling di tim, dilakukannya untuk lebih meningkatkan daya serang.

“Saya memiliki pemain berkualitas. Gündogan memainkan banyak cara untuk posisi ini. Dia memiliki kecepatan untuk menemukan pemain berkualitas yang tersirat. Ini keputusannya,’ tutur Guardiola.

Apakah dirinya menyesal dengan keputusan yang diambilnya itu? Guardiola memberikan jawabanya, sambil mengangkat bahu.

“Saya tidak tahu. Keputusan yang saya buat, para pemain melakukan segalanya. Keputusannya adalah mencoba memenangkan pertandingan. Saya pikir permainan itu luar biasa,” elaknya.

Keputusan Guardiola yang mengejutkan ini, juga mendapatkan komentar dari Thomas Tuchel di kubu sang juara baru. Tuchel menyatakan sempat kaget dengan tidak adanya Fernandinho di barisan tengah mereka.

“Kami mengharapkan Fernandinho di lineup untuk memulai. Tapi tampaknya dia (Guardiola) memilih barisan yang sangat ofensif. Barisan yang sangat, sangat teknis. Sulit untuk mencuri bola. Segala sesuatu yang lain kurang lebih kami harapkan,” ujar Tuchel.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: theguardian.com

Comments
Loading...