Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tuchel Kembali Kalahkan Guardiola, Chelsea Juara Liga Champions Untuk Kali Kedua

Chlelsea angkat trophy Liga Champions.(theguardian.com/Alexander Hassenstein – UEFA / UEFA / Getty Images)

MURIANEWS, Porto- Pertandingan final Liga Champions berakhir dengan kemenangan Chelsea 1-0 atas Manchester City. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Dragao, Porto, London, Minggu (30/5/2021) dinihari WIB tadi, menjadi pesta bagi Chelsea, dan ‘hukuman’ bagi Manchester City.

Chelsea akhirnya kembali memboyong trophy Si Kuping Besar, setelah Kay Heverts mencetak gol tunggal pada menit ke-42. Meski mendapatkan banyak tekanan dari City, namun dengan mental bertanding yang lebih baik, Chelsea akhirnya menjadi Juara Piala Champions Eropa.

Manajer Chelsea, Thomas Tuchel layak disebut sebagai pelatih tersukses di Eropa, sejak datang menangani Chelsea musim ini. Pelatih asal Jerman ini berhasil membawa Chelsea menang tiga kali secara beruntun melawan Chelsea di musim ini.

Setelah menang di pertandingan Liga Inggris dan Piala Liga Inggris, Chelsea kembali menggilas Manchester City. Dan kali ini kembali menang dengan taruhan Piala Champions Eropa!.

“Ini luar biasa. Untuk membaginya dengan semua orang, tidak bisa dipercaya!,” seru Tuchel usai pertandingan, dengan kegembiraan luar biasa.

“Saya tidak tahu harus merasakan apa. Saya sangat bersyukur bisa datang untuk kedua kalinya, tetapi saya merasa ini berbeda. Entah bagaimana Anda bisa merasakannya, setiap hari semakin dekat,” tambahnya.

“Para pemain bertekad untuk memenangkan ini, kami ingin ‘menjadi batu’ di ‘sepatu City’. Setelah tiga kemenangan melawan City dalam enam minggu, kutipan itu adalah yang tepat,” tegasnya, sedikit emosional.

Kemenangan Chelsea juga menjadi pencapaian luar biasa bagi Kapten Tim Cesar Azpilicueta. Sebab ini menjadi Champions pertama bagi pemain asal Spanyol, yang sempat membela klub Merseille Perancis ini.

“Saya datang setelah tahun 2012, saat Chelsea memenangkan Liga Champions dan saya ingin mengulanginya. Malam ini sungguh luar biasa,” ujarnya dengan nada kegembiraan besar.

Gelar juara ini memang menjadi yang kedua kalinya diraih Chelsea, setelah pada 2012 mereka melakukannya bersama Didier Drogba dkk. Saat itu mereka juga menampilkan kejutan demi kejutan, termasuk saat mengalahkan tim favorit Barcelona.

BACA JUGA: Guardiola Kembali ‘Main-Main’ Saat Hadapi Tuchel, Hasilnya Kalah Lagi

Sempat Dikuatirkan Absen, N’golo Kante Jadi Kunci Kemenangan Chelsea

Chelsea memang masih jauh di belakang pemenang 13 kali Real Madrid, tentu saja. Namun, mereka kini sudah dicatat bersama deretan klub-klub top Eropa seperti Benfica, Nottingham Forest, Juventus, Porto, yang pernah menjadi juara Liga Champions.

Sementara itu, bagi Manchester City, hasil ini kembali menjadi pukulan mengecewakan bagi mereka yang tengah disorot karena prestasi mereka. Hasil ini membuat mereka masuk dalm daftar finalis yang belum bisa meraih gelar juara, bersama Fiorentina, Leeds, Borussia Monchengladbach, Roma, Arsenal, dan Tonttenham Spurs.

Terhadap hal ini, Pelatih Manchester City, Pep Guardiola tidak mampu menutupi kekecewaannya. Meski dengan gaya yang tetap anggun, Guardiola terlihat ‘kempes’ saat berbicara kepada para wartawan usai pertandingan.

“Itu adalah musim yang luar biasa bagi kami. Suatu kehormatan berada di sini. Kami sedih tapi itu pertandingan yang ketat. Di babak kedua kami brilian dan berani tetapi tidak dapat mengubah gol kami karena mereka sangat cepat dan kuat,” ujar Guardiola membuat awalan.

“Para pemain kami luar biasa, dan mungkin kami akan kembali lagi suatu hari nanti. Saya melakukan yang terbaik untuk tim. Kevin De Bruyne cedera tetapi itu terjadi. Ambisi sekarang adalah istirahat, tapi kami akan bersiap untuk musim depan. Ini adalah pertama kalinya kami berada di tahap ini. Suatu kehormatan berada di sini, dan semoga kami akan belajar untuk masa depan,” ujar Guardiola menutup.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: theguardian.com

Comments
Loading...