Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Mau Jadi Beban Anak, Kakek Usia 77 Tahun di Kudus Semangat Jadi Penjaja Koran Asongan

Karyadi menunjukkan koran dan majalah yang dijualnya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kakek bernama Karyadi Saad sudah berjualan koran dan majalah sejak 19 tahun silam. Dia memilih berjualan koran dan majalah lantaran tidak mau menjadi beban anaknya, yang kini sudah berkeluarga.

Selain itu, dari penghasilannya mengasong koran ini ia pun bisa memberi sekadar uang jajan untuk cucu. Ini bisa menjadi penghiburan di usia tuanya.

Karyadi biasa berjualan berkeliling di tiga tempat yang terdapat di Kota Kretek, Kudus. Yakni di SPBU Matahari, Ruko Agus Salim Getas Pejaten, dan area sekitar Pasar Bitingan. Dia biasa menjajakan koran dan majalah mulai pukul 07.00 sampai 13.00 WIB setiap Senin hingga Sabtu.

Karyadi mengakui kaki kanannya agak sakit ketika digunakan untuk berjalan. Setelah dibawa ke dokter ternyata bukan asam urat. Melainkan penyakit darah tinggi yang dideritanya. Alhasil, setiap sepuluh menit sekali harus istirahat.

Dodolan koran ben mboten nyusahke anak terus. Sakliane iku nggih ben saget maringi putu kagem njajan. (Jualan koran supaya tidak merepotkan anak. Selain itu supaya bisa memberi uang jajan untuk cucu),” katanya, Sabtu (29/5/2021).

Karyadi menawarkan koran kepada warga yang melintas di SPBU Matahari, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Lebih lanjut, Karyadi yang sudah ditinggal sang istri karena meninggal pada 2014 silam mengaku tetap semangat berjualan koran dan majalah. Menurutnya pekerjaan itu dijalaninya sebagai hobi.

Karyadi menunjukkan beragam koran yang dijualnya. Koran tersebut merupakan koran nasional. Harganya beragam, mulai dua ribu rupiah hingga lima ribu rupiah. Sedangkan untuk majalah berkisar Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu.

Dalam sehari, kakek yang memiliki enam cucu itu biasa menjajakan 20 koran dan enam majalah. Koran yang dijualnya itu rata-rata per hari sisa dua. Sedangkan untuk majalah, Karyadi hanya mampu menjual dua sampai tiga seharinya.

Dari hasil berjualan selama sehari, Karyadi mampu mendapatkan penghasilan minimal Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu. Jumlah itu dirasa sudah cukup untuk makan sehari-hari.

Nggih cekap kagem dahar sak wontene kados tahu tempe. Maringi putu nggih saged. Ngoten nggih tasih saged nyelengi sepuluh ewu. (Ya cukup untuk makan seadanya seperti tahu tempe. Memberi uang jajan cucu ya bisa. Masih bisa nabung juga sepuluh ribu rupiah),” terangnya.

Kakek yang tinggal di RT 03, RW 07, Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu mengaku ingin memiliki toko kecil untuk berjualan. Sehingga dia tidak harus keliling dan begitu lelah untuk menjajakan koran dan majalah.

Pengen kagungan toko cilik ben mboten muter terus. Tapi dereng wonten modale. (Ingin punya toko kecil-kecilan agar tidak keliling. Tapi belum ada modalnya),” ujar dia.

Ditanya sampai kapan berjualan koran dan majalah, Karyadi mengaku akan terus menekuni pekerjaan itu. Terlebih dia ada angan-angan untuk memperbaiki rumah.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...