Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hubungan Nike dan Neymar Retak, Gegara Kasus Pelecehan Seksual?

Neymar Jr dengan bersama Timnas Brazil. (marca.com)

MURIANEWS, Paris- Bintang sepak bola Brazil yang bermain untuk PSG Perancis, kini sedang berkonsentrasi bersama Timas Brazil, menghadapi Copa America. Namun fokus pemain ini tampaknya sedikit terganggu gegara Nike, yang telah memutus kontrak kerjasama dengan dirinya.

Nike, perusahaan apparel perlengkapan olahraga yang selama ini mengontrak Neymar Jr sebagai bintang iklan produknya, dikabarkan memutus kontrak kerjanya untuk bintang Brazil itu. Keputusan ini dilakukan Nike, setelah Neymar dikabarkan terkait dalam kasus pelecehan seksual atas pegawai wanita Nike.

Seperti yang dilansir dari Marca, Neymar Jr bereaksi atas klaim yang disebutkan oleh Nike tersebut. Pemain ini mengecam Nike dan membantah bahwa kontrak sponsorship-nya baru saja berakhir dengan Nike.

“Mengklaim bahwa kontrak saya berakhir karena saya tidak berkontribusi dengan itikad baik untuk penyelidikan, adalah tidak masuk akal, pembohong,” kata penyerang Paris Saint-Germain itu melalui akun media sosialnya.

Bantahan ini merupakan yang pertama dilakukan seorang Neymar, sejak skandal yang menyangkut-nyangkutkan namanya ini pecah. Nike melaporkan bahwa pihaknya menghentikan kontrak kerjanya dengan Neymar.

Keputusan itu diambil Nike karena Neymar diduga tidak bekerja sama dalam penyelidikan internal, setelah ada pengaduan dari seorang pekerja multinasional America. Pekerja Wanita tersebut mengadukan Neymar, atas tuduhan Tindakan pelecehan seksual.

Menurut Marca, pengaduan pekerja Wanita itu sudah pernah diungkap di The Wall Street Journal media terkemuka di Amerika Serikat. Peristiwa tersebut disebutkan terjadi pada 2016 lalu. Saat itu Neymar berada di New York.

Saat karyawan itu pergi ke kamar hotel Neymar untuk melakukan koordinasi terkait acara dan logistik, peristiwa pelecehan seksual itu terjadi. Neymar saat itu dilaporkan mencoba ‘memaksa’ karyawan tersebut.

Neymar sendiri membantah peristiwa itu terjadi, dengan mengatakan tidak mengenal orang yang menuduhnya. Selanjutnya ia justru merasa dipojokan, dan dalam hal ini dirinya malah yang menjadi korban.

“Mereka tidak memberi saya kesempatan untuk membela diri . Mereka tidak memberi saya kesempatan untuk mengetahui siapa orang yang tersinggung itu . Saya tidak mengenalnya. Saya tidak pernah memiliki hubungan dengannya. Saya bahkan tidak memiliki kesempatan itu. Untuk berbicara, untuk mengetahui alasan sebenarnya dari rasa sakit mereka,” kata Neymar mencoba membela diri.

“Orang itu, seorang pekerja, dilindungi. Saya, seorang atlet bersponsor, tidak dilindungi . Sampai kapan?,” sergahnya.

Neymar juga menuding pihak Nike selama ini menyembunyikan masalah tersebut. Masalah ini kabarnya terjadi sudah sejak 2016, dan dirinya tidak mengetahui sama sekali.

“ Pada 2017 saya pergi ke Amerika Serikat lagi untuk kampanye iklan, dengan orang yang sama . Mereka tidak memberi tahu saya apa-apa, tidak ada yang berubah!,” serunya.

“Tahun 2017, 2018, 2019 kita bikin trip, kampanye, rekaman session yang tak terhitung jumlahnya dan mereka tidak memberi tahu saya apa-apa. Soal keseriusan seperti itu dan mereka tidak melakukan apa-apa, siapa sebenarnya yang bertanggung jawab?,” semprotnya.

Di tengah kejengkelan Neymar terhadap Nike, si pemain tampaknya harus menghadapi ironi. Sebab, saat dirinya membela Timnas Brazil dirinya, maka dirinya harus mengenakan logo Nike di dadanya. Sebab Nike menjadi apparel resmi Timnas Brazil.

Latar belakang masalahnya dengan Nike sudah membuat dirinya jengkel. Kini dirinya masih harus mengenakan jersey berlogo Nike. Lebih dari itu, kini secara pribadi dirinya sebenarnya sudah menandatangani kontrak dengan Puma.

Neymar sendiri sebelumnya juga menghadapi pengaduan yang sama pada 2019 atas dugaan pemerkosaan seorang model di sebuah Hotel di Paris pada Mei tahun itu. Pemain bernomor punggung 10 ini, menyatakan tidak bersalah.

Neymar mengaku melakukan hubungan seksual dengan wanita yang menuduhnya, namun hal itu dilakukan karena dasar ‘suka sama suka’.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: marca.com

 

Comments
Loading...