Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

CEK FAKTA Lima Desa di Kudus Lockdown dan Penutupan Jalan

Jalan utama di Desa Loram Kulon, Kudus ditutup setelah menyebarnya kasus corona di desa itu. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Beredar pesan berantai tentang pemberitahuan penutupan akses jalan dan penerapan lockdown di sejumlah desa di Kabupaten Kudus. Pesan tersebut, tampak diteruskan berkali-kali di platform media sosial WhatsApp.

Narasinya sendiri, berisi: “Pemberitahuan utkTemen2 yg ada rencana perjalanan ke kudus ato pati,Mengingat meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus, dihimbau Mitra Driver  untuk mematuhi Protokol Kesehatan dan tidak berkerumun.”

Kemudian disertai dengan keterangan enam desa yang disebutkan menjalani lockdown, yang terdiri dari lima desa di Kudus, dan satu desa di Jepara.

6 desa zona yang di-lockdown dan dijaga oleh Satgas Covid; Desa Jati Wetan, Desa Janggalan, Desa Jepang, Desa Payaman, Desa Kerjasan, Desa Panjunan, Desa Nalumsari Jepara,”.

Sementara untuk keterangan penutupan akses jalan, dalam pesan berantai tersebut disebutkan. “Penutupan akses jalan;  Jalan Lingkar Timur (Sebelah Terminal Kudus), Jalan Kudus-Pati depan Polres Kudus, Jalan Simpang Tujuh Kudus depan Pendapa, Jalan Kudus-Jepara (Terminal Jetak), Jalan Lingkar Kencing, Proliman Tanjung, dan Tugu Dawe,”.

 

Penelusuran

MURIANEWS mencoba menelusuri kebenaran mengenai pesan berantai tersebut dari berbagai sumber. Hasilnya, desa-desa di Kudus yang disebutkan dalam pesan berantai itu tak menerapkan lockdown.

Sementara Desa Nalumsari di Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, yang melakukan lockdown hanya di  RT 02/RW 04, Dukuh Gandu, bukan keseluruhan satu desa.

Di Kudus sendiri, memang ada sejumlah RT di desa-desa yang disebutkan dalam pesan berantai itu yang melakukan pembatasan akses masuk, namun tidak sepenuhnya ditutup. Aktivitas di desa yang RT-nya melakukan pembatasan juga masih normal.

Seperti Desa Jati Wetan yang dikabarkan lockdown, Sekretaris Desa (Sekdes) Jati Wetan Mochamad Yakub menerangkan, tidak semua gang desa dilakukan pembatasan. Hanya gang-gang yang terdapat pasien positif Covid-19 yang dilakukan pembatasan.

Kemudian tiga desa di Kecamatan Kota yakni Desa Janggalan, Panjunan, dan Kerjasan, menurut Camat Kota Endah Pramudyawati, pembatasan hanya terjadi di sejumlah RT yang memang terdapat pasien Covid-19.

“Tidak mungkin juga satu desa melakukan lockdown, apalagi Desa Panjunan yang banyak jalan (milik) kabupaten,” ujar dia, Jumat (28/5/2021).

Sementara di Desa Payaman dan Desa Jepang, Camat Mejobo Aan Fitriyanto juga mengatakan hal yang sama. Pembatasan, hanya terjadi di gang ataupun RT yang terdapat pasien positif lebih dari satu saja. “Selebihnya berjalan seperti biasa, namun tetap ada Satgas Jogo Tonggonya,” jelas Aan.

Sejauh ini di Kabupaten Kudus baru Desa Loram Kulon di Kecamatan Jati yang menyatakan lockdown. Ini terjadi setelah desa itu masuk zona morah, karena 28 warganya positif Covid-19, termasuk kepala desanya.

“Hanya satu jalur utama yang di-lockdown,  ini antisipasi biar masyarakat bisa tahu dan lebih disiplin protokol kesehatan, karena memang di desa ini kasus positif cukup banyak. Termasuk kepala desa yang sudah isolasi mandiri beberapa hari lalu,” kata Kasi Kesra Desa Loram Kulon Mulyono, Kamis (27/5/2021).

Baca: 28 Orang Positif Covid-19 Termasuk Kades, Loram Kulon Kudus Dilockdown

Sementara untuk penutupan akses jalan, memang benar terjadi penutupan beberapa jalan di Kudus. Hanya tidak semua titik jalan yang disebutkan dalam pesan berantai itu benar adanya. Ada kesalahan lokasi-lokasi penutupan jalan.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Galuh Pandhu Pandhega juga membenarkan hal itu. Menurutnya, memang ada sejumlah ruas jalan di Kudus yang sementara dilakukan penutupan. Ini dilakukan untuk membatasi kegiatan masyarakat saat corona di wilayah Kudus yang kini tengah meningkat tajam.

Jalan yang ditutup yakni pintu masuk arah Kota Kretek sebelah utara Jembatan Tanggulangin (sebelah barat Terminal Kudus). Arus lalu lintas dari arah Demak dialihkan menuju jalan lingkar timur.

Penutupan juga dilakukan di Terminal Wisata Bakalan Krapyak, dan jalan seputaran arah Menara Kudus.

Yang seputaran Menara Kudus ada di tiga ruas jalan masuk yang ditutup. Yakni Perempatan Sucen ke selatan, depan kelenteng ke utara, dan perempatan Menara Kudus. Itu bertujuan membatasi dan mencegah masuknya wisatawan yang akan datang,” katanya.

Baca: CEK FAKTA Penutupan Jalan di Kudus Akibat Melonjaknya Kasus Corona

Selain itu mulai pukul 20.00 WIB jalan seputaran jantung Kota Kretek juga dilakukan penutupan. Yakni di Jalan Ramelan ke utara, Perempatan Kojan ke timur, Jalan Jenderal Sudirman ke barat (depan Pegadaian), dan Perempatan Sleko, atau Jalan Pemuda ke barat.

“Penutupan itu karena ini masih berlaku Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan penerapan jam malam membatasi kegiatan masyarakat,” jelasnya.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran, dapat disimpulkan terjadi kekeliruan dari dua informasi yang beredar itu. Soal informasi pertama mengenai desa-desa yang lockdown bisa dianggap informasi itu salah atau hoaks. Karena desa-desa yang disebutkan dalam pesan berantai tak melakukan lockdown, meski ada pembatasan akses masuk.

Sementara informasi kedua mengenai penutupan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Kudus, masuk kategori disinformasi. Karena memang benar ada penutupan beberapa ruas jalan di Kudus, namun tidak semua jalan yang disebutkan dalam pesan berantai itu dilakukan penutupan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...