Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Kapok Sering Dirazia, Penjual Miras di Solo Diproses Hukum

Petugas menyita puluhan botol miras di toko kelontong Jl. Arifin belum lama ini. (Istimewa/Dok Sparta Polresta Solo)

MURIANEWS, Solo — Kasat Sabhara Polresta Solo, Kompol Sutoyo mengaku tengah memproses hukum salah satu penjual miras dengan kedok toko kelontong di Kawasan Jalan Arufun, Jebres, berinisial CS (62).

Langkah itu dilakukan setelah CS tak pernah kapok berurusan dengan petugas lantaran menjual puluhan miras. Buktinya, belum lama ini Tim Sparta Polresta Solo kembali menyita 81 botol miras dari toko tersebut.

”Padahal, sebelumnya, toko kelontong yang juga menjual miras itu sempat digerebek Polsek Jebres. Akhirnya pelaku diserahkan ke Satreskrim Polresta Solo untuk diproses tindak pidana ringan atau tipiring,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Jumat (28/5/2021).

Kasat Sabhara menegaskan, sebelumnya sudah banyak aduan dari masyarakat yang menyebut toko klontong tersebut belum kapok berjualan miras.

“Sudah sering kami operasi, terakhir kami menyita 81 botol miras jenis anggur dan soju,” papar dia.

Ia menambahkan saat penggeledahan pelaku tidak bisa mengelak. Proses penyitaan berlangsung lancar dan aman. Pelaku sudah diserahkan ke Satreskrim Polresta Solo untuk diproses tindak pidana ringan (tipiring).

Kompol Sutoyo menambahkan selain transaksi miras secara online, peredaran miras melalui cara konvensional ini masih sering ditemui di Kota Solo. Penjual miras mengelabui petugas dengan modus toko kelontong.

Para pelanggan yang sudah mengetahui lokasi penjualan miras bisa bertransaksi secara langsung. Namun, beberapa kasus pembeli bisa memesan lalu penjual miras mengantarkan sesuai tempat kesepakatan.

Sementara itu, setelah merazia peredaran miras, saat Tim Sparta berpatroli melihat anak-anak muda yang menggunakan knalpot brong. Lalu, Tim Sparta menghentikan sembilan pemuda itu. Ia merinci ada sembilan kendaraan jenis motor berkapasitas mesin besar seperti Honda CRF, Kawasani KLX, Ninja 250, Satria FU, Honda CB, dan Honda CBR.

“Seluruhnya sudah dilimpahkan ke Satlantas Polresta Solo untuk ditilang,” papar dia.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...