Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Covid-19 Terus Naik, Wisata di Jepara Masih Tetap Dibuka

Suasana Pantai Blebak Mlonggo Jepara masih ramai pengunjung. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Hingga Jumat (28/5/2021) hari ini, belum ada tanda-tanda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan menutup objek wisata. Padahal, angka kasus Covid-19 terus merangkak naik.

Saat ini, jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 391. Dengan status zona oranye beresiko sedang.

Jumlah kasus aktif itu terdiri dari 42 pasien dirawat, dan 349 isolasi mandiri. Sementara total kasus hingga saat ini tercatat sebanyak 7.844 kasus, dengan 6.967 pasien sembuh, dan 486 pasien meninggal.

Selama libur Lebaran kemarin, seluruh objek wisata di Kota Ukir masih dibuka. Hanya ada satu hari khusus, yaitu saat Kupatan, semua wisata ditutup total.

Selama tempat wisata yang dimiliki pemda buka, pemerintah telah melakukan pembatasan-pembatasan. Antara lain pembatasan jumlah pengunjung yang hanya 30 persen. Sampai pembatasan waktu operasi yang tak boleh melebihi pukul 15.00 WIB.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Zamroni Lestiaza mengatakan, pihaknya masih berpegang pada regulasi dari pemerintah pusat, Provinsi Jateng, serta Kabupaten Jepara. Yaitu tetap membuka objek wisata dengan pembatasan-pembatasan sebagai syarat utamanya.

“Intinya kita mengacu regulasi-regulasi yang ada. Kita cuma berupaya memberlakukan pengetatan protokol kesehatan di seluruh tempat wisata,” Kata Zamroni, Jumat (28/5/2021).

Ditanya terkait efektifitas penutupan seluruh objek wisata saat Kupatan, pihaknya melihat ancaman adanya kemunculan kasus baru bisa terdeteksi lebih dini.

Pasalnya, saat petugas kesehatan melakukan swab antigen di tempat wisata, ditemukan beberapa wisatawan yang hasil tesnya reaktif. Oleh petugas, mereka langsung diminta putar balik.

“Ada beberapa yang reaktif yang kemudian tidak diperkenankan masuk. Di Benteng Portugis (misalnya, red) ada satu yang reaktif dari luar kota, kemudian satu rombongan langsung disuruh pulang,” imbuh Zamroni.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...