Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ada 822 Pasien Corona di Kudus, 549 di Antaranya Jalani Isolasi Mandiri

 

Petugas medis RSUD Kudus tengah menyiapkan ventilator untuk pasien Covid-19. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus masih mencatat adanya penambahan kasus baru pada Kamis (27/5/2021) malam. Yakni sebanyak 45 positif Covid-19 baru.

Ke 45 kasus tersebut pun menambah jumlah pasien Covid-19 aktif menjadi sebanyak 822 orang. Dari jumlah itu, 273 pasien kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit rujukan. Sementara 549 sisanya melakukan isolasi mandiri.

“Penambahan kasus mengalami penurunan dibanding hari sebelumnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo, Jumat (28/5/2021).

Penambahan kasus baru, rinci dia, menyebar di sembilan kecamatan. Yakni masing-masing tujuh kasus dari Kecamatan Jati, Jekulo, dan Mejobo. Kemudian enam pasien dari Kecamatan Kota, serta masing-masing lima pasien dari Kecamatan Bae, dan Dawe.

“Sementara untuk Kecamatan Undaan bertambah empat orang, Kecamatan Kaliwungu tiga orang, dan Kecamatan Gebog satu orang,” sambung Badai.

Kabupaten Kudus, tambahnya, juga masih memiliki 444 pasien suspek yang berpotensi menjadi pasien Covid-19. Sebanyak 326 suspek, kini menjalani isolasi mandiri sembari menunggu hasil swab-PCR mereka.

“Sementara 118 sisanya kini menjalani perawatan karena bergejala,” ungkapnya.

Kemudian untuk kasus konfirmasi Covid-19 total, hingga Jumat (28/5/2021) pagi sudah ada sebanyak 6.938 warga Kudus yang telah terpapar Covid-19. Untuk yang sudah sembuh, ada sebanyak 5.524 orang. Sementara yang meninggal, ada sebanyak 592 orang.

Diketahui, Bupati Kudus HM Hartopo menyebut jika jumlah pasien aktif yang ada di Kabupaten Kudus kini berada di puncaknya selama masa pandemi. Atau keadaan yang paling tinggi selama Kudus dibekap pandemi Covid-19.

Kudus, ujar dia, juga tengah berada di zona merah penularan Covid-19.

Menurut Hartopo, ada tiga penyebab lonjakan kasus di Kudus bisa sangat tinggi. Yang pertama adalah karena masyarakat melakukan tradisi unjung dengan tak menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Yang Kedua, katanya, adalah objek wisata di Kudus yang minim Satgas Penanganan Covid-19. Hingga pada akhirnya pihak Pemkab menutup semua objek wisata untuk evaluasi.

Sementara yang ketiga adalah warga Kudus yang berlibur ke luar daerah, kemudian terpapar dan sampai Kudus menularkan anggota keluarga lainnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...