Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Gibran Tegaskan Suara Pria Marah-Marah Disebut Tak Punya Agama Bukan Dirinya

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Jumat (21/5/2021). (Ari Purnomo/detikcom)

MURIANEWS, Solo – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan suara orang yang marah-marah lantaran tak terima disebut tak punya agama yang beredar di media sosial bukanlah dirinya.

Hal itu terlihat jelas dari jenis suara, hingga logatnya yeng berbeda dengan dirinya. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak terpancing.

“Bukan suara saya itu. Suaranya beda, logatnya beda,” kata Gibran seperti dikutip Detik.com, Kamis (27/5/2021).

Selain beda suara, Gibran juga memastikan tidak akan melakukan tuntutan ataupun meneruskan masalah tersebut ke ranah hukum atau polisi.

Wis rasah. Kayak gitu nggak mikir. Bukan urusan saya. Saya dari awal nggak pernah lapor kok,” tambah Gibran.

Baca: Geger! Suara Diduga Gibran Rakabuming Raka Marah-Marah Dihina Tak Punya Agama Beredar di Media Sosial

Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih teliti saat menerima informasi. “Iya jangan asal percaya. Sekali lagi itu bukan saya,” tandasnya

Sebelumnya, jagat maya digegerkan dengan beredarnya suara yang diduga Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang marah-marah lantaran tak terima disebut tak punya agama.

Kemarahan itu terekam dalam bentuk suara percakapan di telepon yang beredar luas di media sosial Twitter. Rekaman suara telepon WhatsApp itu dibagikan oleh akun @alextham878 pada Kamis, (27/5/2021).

“Suara Mas Gibran marah di telepon kepada Rahman yang bilang agamanya gak jelas. Setelah tutup telpon, Rahman dijamin gak bisa tidur nyenyak dan makan pun rasanya hambar,” tulis Alextham seperti.

Di dalam rekaman itu, terdengar dua orang laki-laki yang sedang berbicara melalui sambungan telepon.

“Anda ngatain Wali Kota Solo nggak punya agama maksudnya apa yah? Hm?” kata laki-laki yang disebut-sebut sebagai Gibran.

Laki-laki yang ditanya sempat menjawab terbata-bata, namun belum sempat menyelesaikan, ucapannya dipotong.

“Nggak. Ini Ini gini aja. Nggak. Terserah Anda, saya angkat ke kasuskan, yah. Alamat sudah ada pegang, saya cari Anda. Anda tahu berbicara dengan siapa? Hm?” kata laki-laki yang diduga Gibran.

Laki-laki itu memberikan pilihan kepada laki-laki yang dimarahinya untuk minta maaf dan klarifikasi atau dilaporkan ke polisi. Laki-laki yang diancam akan dipolisikan itu tidak menjawab dan justru membawa ke topik lain.

Ia mengatakan bahwa ia merekomendasikan agar perlakuan-perlakuan diskriminasi soal kerumunan dihilangkan.

“Ei ei.. Masalah kerumunan, silahkan klarifikasi ke kepolisian Surakarta setempat, yah. Anda bisa. Tapi, ini masalah Anda mengatakan tidak punya agama Walikota di Solo. Anda hati-hati! Saya angkat ini. Hah? Saya kerja sama ini sama kota jenenang, hati-hati ini,” kata laki-laki diduga Gibran.

Ia juga menegaskan bahwa ia tidak masalah jika laki-laki itu punya kritik kepada dirinya.

“Tapi jangan Anda mengatakan tidak punya agama, sama aja menghina. Anda tahu, Anda tahu pasalnya itu,” tegasnya.

Ia lalu kembali memberikan pilihan apakah laki-laki itu mau meminta maaf dan klarifikasi atau dilaporkan ke polisi.

Dalam video yang lebih lengkap di kanal YouTube KBN Nusantara, laki-laki itu mengatakan bahwa ia tidak bermaksud menghina.

Adapun laki-laki yang diduga Gibran juga bersikeras bahwa ia menghina sebab telah menyebut Wali Kota Solo tak punya agama yang jelas.

“Anda mau klarifikasi di kantor polisi atau hanya di saya?” katanya.

“Oh gitu. Boleh, Pak. Monggo monggo,” jawab laki-laki yang diduga menghina itu.

“Oke. Siap yah. Berarti Anda menantang seperti itu, yah? Siap,” kata laki-laki diduga Gibran di akhir video.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...