Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ratusan Orang di Nalumsari Jepara Diisolasi, Jumlah Warga Terpapar Covid Jadi 51 Orang

Pintu Masuk Dukuh Gandu, Nalumsarim, Jepara ditutup dan di-lockdown. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Munculnya klaster baru Covid-19 di RT 4/RW 02 Dukuh Gandu, Desa Nalumsari, Kecamatan Nalumasi, Kabupaten Jepara, berbuntut panjang. Kamis (27/5/2021) hari ini, tercatat ada 305 warga di desa itu diisolasi.

Bupati Jepara Dian Kristiandi menyebut, dari 79 orang yang di-swab PCR, hasilnya 51 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah ini mengalami penambahan. Data Rabu (26/5/2021) kemarin, baru 32 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sejak Rabu kemarin satu RT tersebut di-lockdown lantaran penyebaran Covid-19 di wilayah itu tak terbendung.

“Dukuh ini kami tutup, isolasi. Kami penuhi kebutuhan logistiknya selama 14 hari,” kata Andi, Kamis (27/5/2021) di Pendapa RA Kartini Jepara.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus Covid-19 di lokasi tersebut ditengarai adanya penyebaran saat tahlilan.

Oleh bupati, pihaknya belum bisa memastikan apakah benar itu klaster tahlilan atau tidak. Pihaknya masih perlu waktu tiga hari untuk menetapkan klaster apa yang ada di dukuh tersebut. “Belum jelas. Bisa jadi tahlilan. Bisa jadi tidak,” terang Andi.

Baca: 32 Orang Terpapar Corona dari Klaster Tahlilan, Satu RT di Nalumsari Jepara Lockdown

Terkait dengan warga yang bekerja di luar desa namun di-lockdown, pihaknya akan mengkomunikasikannya dengan pihak perusahaan. Sehingga bisa mendapatkan dispensasi dalam bekerja.

Pihaknya juga berharap agar karyawan yang upahnya bulanan, bisa tetap dianggap bekerja meskipun tidak bisa berangkat lantaran di-lockdown.

“Kalau yang menerima upah bulanan, ya, tetap dianggap bekerja. Karena memang kondisinya seperti itu. Ini bukan kemauan mereka,” tegas Andi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...