Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemkab Kudus Siapkan 400 Tempat Tidur Isolasi Cadangan, Tersebar di Lima Titik

Anggota keluarga pemudik yang dikarantina di Rusunawa Kudus tampak melihat ke luar jendela Rusunawa (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai menyiapkan tempat tidur isolasi pasien Covid-19 cadangan menyusul melonjaknya jumlah warga Kudus yang terpapar virus tersebut.

Total, ada sebanyak 400 tempat tidur isolasi yang disiapkan untuk mengakomodir lonjakan pasien yang masih sangat mungkin terjadi beberapa hari ke depan. Jumlah tersebut pun tersebar di sejumlah titik.

“Mulai dari Rusunawa yang saat ini dipakai isolasi pemudik, kemudian Hotel Graha Muria Colo, Balai Diklat, Akbid Kudus, hingga Hotel King,” ujar Bupati Kudus HM Hartopo, Rabu (26/5/2021).

Untuk saat ini sendiri, lanjut dia, yang sudah terisi baru Rusunawa yakni sebanyak tujuh orang. Sementara lainnya, tengah dalam proses kesiapan sarana prasarana dan sumber daya manusianya.

Hartopo menyebut, nantinya sebanyak 400 tempat tidur isolasi cadangan tersebut akan diperuntukkan bagi pasien yang tak bergejala. Sehingga bisa dikatakan adalah tempat isolasi terpusat bagi para orang tanpa gejala (OTG).

Untuk tenaga kesehatannya, Pemkab Kudus akan bekerja sama dengan instansi pendidikan sektor kesehatan. Hal tersebut dilakukan guna memperoleh sumber daya manusia yang cukup untuk memantau pasien-pasien isolasi mandiri.

Kabupaten Kudus sendiri, kata dia, juga telah mendapat perhatian dari Presiden Indonesia Joko Widodo perihal lonjakan kasus yang sangat tinggi. Melalui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kudus diminta untuk segera mengambil langkah konkrit.

“Kami sudah laporkan semuanya, terkait kapasitas tempat tidur kami, jumlah obat kami, dan aspek-aspek lainnya,” jelasnyaa.

Jumlah kasus pasien aktif di Kabupaten Kudus sendiri  kini ada sebanyak 704 pasien, dari akumulasi kasus sebanyak 6.604 kasus.

Hartopo sendiri, menyebut jika jumlah pasien aktif yang ada di Kabupaten Kudus kini berada di puncaknya selama masa pandemi. Atau keadaan yang paling tinggi selama Kudus dibekap pandemi Covid-19. Kudus pun kini berstatus zona merah.

Ngerinya, Hartopo mengatakan jumlah tersebut masih bisa terus melambung lagi dalam beberapa hari ke depan. Penambahan kasus hari ini juga bisa menambah jumlah pasien aktif mencapai 800 kasus.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...