Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Usaha Kuliner di Kudus Tak Boleh Layani Makan di Tempat, Melanggar Akan Ditutup

Pembeli melakukan take away di Kitho Kopi Desa Hadipolo, Jekulo, Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Melambungnya kasus corona di Kota Kretek membuat Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus melakukan pembatasan kegiatan di sejumlah sektor. Salah satunya pembatasan kegiatan usaha kuliner seperti restoran, rumah makan, dan juga kafe.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 556/421.2/10.10/2021 perihal pembatasan tersebut. Surat edaran tersebut ditujukkan kepada pengelola restoran, rumah makan, dan kafe di Kabupaten Kudus.

“Iya benar (pembatasan kegiatan di restoran, rumah makan dan kafe). Hasil dari keputusan rapat Satgas Covid-19 semalam jam 22.30 WIB,” katanya, Rabu (26/5/2021).

Usaha kuliner tidak diperbolehkan melayani makan atau di tempat. Menurutnya pengelola, hanya diperbolehkan melayani take away (pesan antar atau dibawa pulang).

“Berlaku mulai tanggal 26 Mei 2021 hari ini sampai 8 Juni 2021. Bisa juga diperpanjang sesuai hasil evaluasi Satgas Covid-19,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta protokol kesehatan 5M bisa dilakukan secara ketat. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

“Jika masih melanggar, Satgas Covid-19 akan memberi teguran hingga sanksi kepada pengelola, ” jelasnya.

Terpisah, Bupati Kudus HM Hartopo menegaskan akan memberi sanksi tegas terhadap restoran, rumah makan atau kafe yang tidak mengindahkan peraturan tersebut.

“Akan kami tutup kalau dilanggar. Operasionalnya juga harus sesuai perbup, maksimal 21.00 WIB,” tegasnya.

Sementara owner Kitho Kopi Hasan Islahuddin atau Kojan menyebut akan mencoba mengikuti anjuran pemerintah tersebut. Pihakanya akan melakukan strategi-strategi baru agar penjualan tidak menurun jauh.

Meski awalnya merasa kaget adanya kebijakan tersebut. Lantaran, setelah puasa ini tengah bangkit menunjukkan normal dalam penjualan.

“Kapasitas tempat duduk kami kurangi, mencoba maksimalkan dengan menyarankan customer yang datang untuk take away. Selain itu, promosi, bonus, di bagian take away akan digratiskan jika masih berada di lingkup sekitar kafe. Intinya harus ada strategi baru menghadapi kebijakan ini, ” imbuhnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...