Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Gunung Merapi Kembali Erupsi, Muntahkan Awan Panas dan Lava Pijar ke Barat Daya

Kondisi Gunung Merapi terpantau Selasa (30/3/2021) pagi ini. (dok BPPTKG)

MURIANEWS, Sleman – Gunung Merapi kembali melakukan erupsi. Kali ini, Gunung Merapi memuntahkan awan panas dan lava pijar ke arah barat daya.

Berdasarkan catatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas tersebut terjadi sebanyak empat kali. Sedangkan jarak luncur paling tinggi mencapai 1.800 meter ke arah barat daya.

“Tercatat awan panas guguran pada pukul 04.04 WIB di seismogram dengan amplitudo 22 mm dan durasi 124 detik. Jarak luncur 1.800 meter ke arah barat daya,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida seperti dikutip Solopos.com, Rabu (26/5/2021).

Pada periode pengamatan pukul 00.00 sampai 06.00 WIB itu, gunung api aktif itu juga tercatat mengeluarkan lima kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya.

Gunung itu juga mengalami 34 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-22 mm selama 12-120 detik dan empat kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-8 mm selama 15-28 detik.

Hingga saat ini, Hanik memastikan status Gunung Merapi masih pada level III atau siaga. Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan bisa berdampak pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer dan pada sektor tenggara yaitu Sungai Gendol sejauh 3 kilometer.

Saat terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. Hanik terus mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

“Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi serta penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam zona Kawasan Rawan Bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan,” tuturnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...