Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Antisipasi Penyebaran Corona, Satgas Covid-19 Sukoharjo Pantau Ketat Hajatan Pernikahan

Ilustrasi. Sejumlah tamu undangan menerapan prokes dalam pernikahan di Kudus. (Dok.MURIANEWS)

MURIANEWS, Sukoharjo — Penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah saat ini semakin meningkat usai lebaran. Karenanya guna memutus mata rantai Covid-19, Satgas Sukoharjo bakal memantau ketat acara hajatan pernikahan, terutama dalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes).

Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo, mengatakan jumlah tamu acara hajatan pernikahan dibatasi maksimal 100 orang. Pembatasan jumlah tamu dilakukan guna mencegah kerumunan saat resepsi pernikahan.

“Kalau jumlah tamu lebih dari 100 orang harus menerapkan sistem banyu mili. Tamu undangan tidak boleh berlama-lama di lokasi acara hajatan pernikahan. Makanan yang disajikan dikemas dalam kotak dan dibawa pulang,” kata dia seperti dikutip Solopos.com, Selasa (25/5/2021).

Masyarakat yang hendak menggelar resepsi pernikahan harus mengajukan permohonan izin ke kepolisian. Satgas tingkat kecamatan bakal mengedukasi masyarakat agar menjalankan protokol kesehatan guna mencegah munculnya klaster baru yang berasal dari hajatan nikah di Sukoharjo.

Tentunya, satgas tingkat kecamatan dan petugas Satpol PP Sukoharjo bakal memantau acara resepsi pernikahan.

“Satgas bakal memberi peringatan jika muncul potensi kerumunan massa saat acara resepsi pernikahan. Lebih baik menerapkan sistem banyu mili saat acara resepsi pernikahan,” ujar dia.

Heru menyebut banyak masyarakat yang menggelar hajatan pernikahan setelah perayaan Lebaran. Hal ini diantisipasi dengan menyebar anggota Satpol PP Sukoharjo dan mengoptimalkan kader siaga trantib (KST) di setiap desa/kelurahan.

Satgas Covid-19 Sukoharjo bakal mengambil tindakan tegas dengan membubarkan hajatan nikah jika terjadi kerumunan massa yang tidak bisa dikendalikan.

Disinggung mengenai operasi yustisi, Heru menambahkan operasi yustisi terus digeber di 12 kecamatan.

“Kami menggelar tiga kali operasi yustisi dalam sehari. Saya memantau di sejumlah pasar tradisional. Sebagian besar pedagang dan pengunjung telah menjalankan protokol kesehatan,” kata dia.

Sekda Sukoharjo, Widodo, menyatakan pemerintah tidak melarang masyarakat menggelar hajatan pernikahan asal menjalankan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah tamu undangan.

Widodo tak ingin terjadi lonjakan kasus Covid-19 setelah perayaan Lebaran. Karena itu, beragam aktivitas bisnis, sosial dan budaya tetap dibatasi menyesuikan perpanjangan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...