Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Corona di Kota Kretek Menggila, Bupati: Ini Paling Tinggi, Kudus Zona Merah

Bupati Kudus Hartopo (kaus putih) meninjau lokasi isolasi terpusat di Rusunawa Kudus, Rabu (26/5/2021). (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus masih belum terbendung hingga Rabu (26/5/2021) ini. Penambahan kasus harian dalam tiga hari belakangan di Kota Kretek ini juga terus di angka seratus orang lebih.

Jumlah kasus aktifnya pun kini ada sebanyak 704 pasien. Sementara akumulasi kasus tercatat sebanyak 6.604 kasus.

Bupati Kudus HM Hartopo menyebut jika jumlah kasus aktif yang ada di Kabupaten Kudus kini berada di puncaknya selama masa pandemi. Atau keadaan yang paling tinggi selama Kudus dibekap pandemi Covid-19.

“Ini yang paling tinggi selama masa pandemi, Kudus juga zona merah,” kata Hartopo saat meninjau lokasi isolasi terpusat di Rusunawa Kudus, Rabu (26/5/2021).

Ngerinya, Hartopo mengatakan jumlah tersebut masih bisa terus melambung lagi dalam beberapa hari ke depan.

“Ini saya sudah mendapat laporan penambahan kasus, bukan tidak mungkin hari ini bisa menjadi 800 kasus,” ungkapnya.

Kabupaten Kudus sendiri, kata dia, juga telah mendapat perhatian dari Presiden Indonesia Joko Widodo perihal lonjakan kasus yang sangat tinggi. Melalui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kudus diminta untuk segera mengambil langkah konkrit.

“Kami sudah laporkan semuanya, terkait kapasitas tempat tidur (isolasi) kami, jumlah obat kami, dan aspek-aspek lainnya,” sambung dia.

Baca: Covid-19 di Kudus Mengkhawatirkan, Potensi Penambahan Kasus Masih Tinggi

Menurut Hartopo, ada tiga penyebab lonjakan kasus di Kudus bisa sangat tinggi. Yang pertama adalah karena masyarakat melakukan tradisi unjung dengan tak menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Yang Kedua, katanya, objek wisata di Kudus yang minim Satgas Penanganan Covid-19. Hingga pada akhirnya pihak pemkab menutup semua objek wisata untuk evaluasi.

Sementara yang ketiga adalah warga Kudus yang berlibur ke luar daerah. Di daerah lain mereka terpapar, kemudian saat sampai Kudus menularkan anggota keluarga lainnya.

“Namun saat ini belum ada temuan varian baru. Mudah-mudahan jangan,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...