Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Final Piala Liga Europa, Manchester United Tidak Mau Ambil Resiko Vs Villareal

Ole Gunar Solskjaer. (dailymail.co.uk/getty image)

MURIANEWS, Manchester- Pelatih Manchester United, Ole Gunar Solskjaer menyatakan timnya berada dalam kondisi terbaiknya. Mereka sudah siap bertanding menghadapi Villareal di Final Piala Europa, Kamis (27/5/2021) dinihari WIB besok

Sebelum menjalani Final Liga Europa akan dilakukan di Gdansk, Polandia, Manchester United berhasil memenangkan pertandingan terakhir mereka di Liga Inggris. Mereka mengalahkan Wolves 2-1 berkat gol dari Anthony Elanga dan Juan Mata. Saat itu MU tampil dengan komposisi pemain yang sama sekali baru.

“Tentu saja hari Minggu tetap menjadi prioritas, Namun untuk Rabu (Final Liga Ueropa) kami tidak ingin mengambil resiko apapun,” jelas Solskjaer.

Solskjaer juga menyebut, Villareal sedikit mendapatkan keuntungan karena Liga Spanyol memainkan pertandingan terakhir mereka sehari lebih cepat dibanding Liga Inggris. Sedangkan timnya hari Minggu masih bermain melawan Wolves.

“Saya pikir La Liga melakukannya dengan sangat baik untuk menggerakkan semua pertandingan hanya untuk Villarreal. Itu adalah sesuatu yang perlu kita (sepak bola Inggris) pikirkan. Mengapa kita tidak melakukannya untuk diri kita sendiri?,” harapnya.

Sementara itu pemain depan Manchester United, Marcus Rashford menyatakan kekecewaan para pendukung MU terhadap Glazer (si pemilik), diakuinya kadang-kadang menganggu para pemain. Sejak ‘membatalkan’ pertandingan MU Vs Liverpool, para pendukung MU juga masih terus menunjukan kekecewaan mereka.

Sebagian besar basis penggemar United tidak senang dengan kepemimpinan Joel dan Avram Glazer di klub. Hal ini terutama terjadi setelah rencana keikutsertaan mereka di Liga Super Eropa, meski kemudian mereka membatalkannya.

Rashford mengakui bahwa itu adalah issu yang sangat sulit untuk ditanggapi oleh para pemain. Karena issu tersebut sangat kompleks permasalahannya. Dirinya berhara agar segera ada jalan keluar untuk masalah ini.

“Sulit bagi saya untuk berbicara, tetapi sebagai pemain yang penting adalah kami bermain untuk mendapatkan lencana. Apa yang terjadi di atas kami, tentu saja itu memengaruhi kami, tetapi sebagai pemain Anda dibayar untuk melakukan yang terbaik untuk klub,” ujarnya berhati-hati dalam berbicara.

“Di saat-saat sulit, kami harus tetap sama, apakah itu momen baik atau buruk. Sebagai pemain Anda harus tetap profesional dan Anda harus berkomitmen pada lencana dan kepada rekan satu tim Anda, sesederhana itu benar-benar,” tambahnya.

Sedangkan pemain MU lainnya, Bruno Fernandes, menyatakan tersanjung ketika banyak orang menyandingkannya dengan Eric Cantona yang sudah menjadi legenda MU, menjelang final Liga Europa. Diakuinya hal itu menjadi beban, namun tetap bisa dinikmatinya.

Fernandes sekarang berada di ambang trofi pertamanya bersama United, jika pasukan Solskjaer dapat mengatasi Villarreal di Gdansk pada final Liga Europa pada Kamis (27/5/201) dinihari WIB besok.

“Suatu kehormatan bisa dibandingkan dengannya (Erick Cantona) karena dampak yang dia berikan sangat tinggi dan dia memenangkan banyak trofi utama bersama klub. Tapi bila Anda dibandingkan dengan pemain besar semacam ini, itu berarti Anda harus menjadi lebih baik setiap hari. Itu membuat saya bekerja lebih keras untuk mengingat orang-orang, dibandingkan dengannya. Itu, bagi saya, adalah tekanan yang bagus,” katanya.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: dailymail.co.uk

Comments
Loading...