Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Perayaan Waisak di Bumi Kartini Dilaksanakan Sangat Sederhana

Umat Buddha di Desa Kunir Kecamatan Keling, Jepara, tengah beribadah. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Umat Buddha di Kabupaten Jepara tetap merayakan Hari Raya Waisak 2565 BE. Namun, perayaannya dilaksanakan sangat terbatas dan sederhana.

Suwarni, salah satu umat Buddha di Desa Kunir, Kecamatan Keling, mengatakan saat ini sebagian umat sudah mengawali prosesi peribadatan. Yaitu ritual adat yang dilaksanakan di rumah masing-masing.

“Kami tetap melaksanakan ibadah. Tapi sangat terbatas,” kata Suwarni, Selasa (25/5/2021).

Malam nanti, lanjut dia, umat Buddha akan melaksanakan ibadah bersama di vihara setempat. Tidak seperti sebelum adanya pandemi, ibadah malam nanti hanya akan dilaksanakan maksimal tiga jam. Mulai dari pukul 19.00-22.00 WIB.

“Biasanya sampai semalam suntuk. Tapi kali ini hanya sampai jam sepuluh malam saja,” ujarnya.

Suwarni menyebutkan, di Desa Kunir ada dua vihara. Jumlah seluruh umat Buddha di sana ada 314 orang. Biasanya, mereka merayakan Waisak di Candi Borobudur.

Ia mengatakan, ada beberapa prosesi ibadah yang ditiadakan karena pandemi. Seperti menghilangkan prosesi arak-arakan, meditasi, dan perhelatan pentas seni dan baca mantra.

“Biasanya ada arak-arakan dari vihara satu menuju ke vihara yang satunya. Tapi sudah dua tahun ini tidak ada,” terangnya.

Pada perayaan Waisak kali ini, ujar Suwarni, pesan yang disampaikan adalah Bangkit Bersama untuk Indonesia Maju.

Ditanya terkait vaksinasi bagi umat Buddha, Suwarni menyebut baru 50 orang yang divaksin. Itupun warga lanjut usia (lansia).

“Baru sedikit (vaksinasi, red). Baru 50-an orang. Masuk bulan puasa kemarin vaksinasi di sini berhenti,” pungkasnya.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...