Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Keren! Kampung Mandarin Batang Kenalkan Tradisi Syawalan ke Muslim Tiongkok

Secara virtial Kampung mandarin Desa Sendang Kecamatan Wonotunggal mengenalkan tradisi Syawalan ke Muslim Tiongkok. (dok)

MURIANEWS, Batang – Kampung Mandarin Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang punya cara unik untuk mengenalkan tradisi syawalan ke sesame muslim di luar negeri. Salah satunya adalah muslim di Tiongkok

Dalam perayaan syawalan tersebut anak-anak diajak saling bermaafan, menonton Islampedia, dan mengenalkan tradisi syawalan virtual.

Pendiri Desa Mandarin, Amalia Melita menegaskan, tujuan pengenalan tradisi ini adalah untuk mengenalkan kekayaan budaya di dalam negeri. Khususnya umat islam saat berlebaran.

“Jadi tujuan kita mengenalkan tradisi syawalan, yaitu dengan silaturahmi bermaafan setelah lebaran dengan teman-teman di Tiongkok,” kata Amalia seperti dikutip Ayosemarang.com, Senin (24/5/2021).

Tidak hanya tradisi di kampung mandarin saja, kata dia, beberapa tradisi syawalan di Indonesia, begitu juga sebaliknya anak-anak juga diperkenalkan tentang kegiatan budaya muslim di negeri Tiongkok.

“Jadi kuta saling bertukar pengetahuan budaya ,” tutur Amelia.

Dia menjelaskan, pihaknya menghubungi beberapa kawan yang ada di Tiongkok seperti Yang Junchu, Dosen Pengajar Bahasa dan Budaya Indonesia di Beijing dan Fathurrahman Yahya perwakilan KBRI di Beijing.

“Kami juga menghubungi Imam Masjid Besar di Tiongkok, supaya anak-anak tahu suasana di sana, bahwa di Tiongkok pun ada banyak muslim yang merayakan Idulfitri,” ujarnya

Dia mengatakan perkembangan anak didik sampai saat ini telah berjalan selama 6 bulan dan mereka sangat antusias untuk belajar.

“Sampai saat ini anak didiknya terus bertambah, tidak hanya anak-anak, tapi juga dari kalangan remaja, yang semakin bersemangat mempelajari bahasa dan budayanya,” jelasnya.

Rencana berikutnya, lanjut dia, sedang menyusun legalitas Desa Mandarin.

“Supaya mendapat pengakuan dari masyarakat setempat dan pemerintah. Ada beberapa pihak terkait antara lain Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta dan sejumlah komunitas pecinta budaya Tiongkok, yang diajak untuk ikut mendukung,” ujarnya.

Amalia mengatakan, meski bernama Desa Mandarin, tetapi di dalamnya akan ada pelajaran bahasa asing lainnya.

“Kami ajarkan Bahasa Inggris dan pendidikan tentang kewirausahaan sejak kecil, sampai saat ini terdapat 60 anak yang masih belajar dan akan terus bertambah,”imbuhnya.

Dia juga mengatakan, dukungan Pemerintah Desa sangat positif, seperti saat ini menyiapkan Balai Desa Sendang untuk digunakan sebagai tempat pelaksanaan silaturahmi virtual.

“Nantinya setelah mendapat legalitas yang jelas, pasti pemerintah akan lebih maksimal dalam mendukung kegiatan serupa dan lainnya,” pungkasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Ayosemarang.com

Comments
Loading...