Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Viral Video Disuntik Jarum Kosong saat Vaksin, Begini Kata Kemenkes

Ilustrasi. (Freepik)

MURIANEWS, Jakarta – Sebuah video yang menunjukkan seseorang tengah disuntik jarum kosong, ditusuk tapi tidak terlihat obatnya masuk, viral di media sosial. Kejadian disebut-sebut terjadi saat vaksinasi Corona berlangsung.

Tidak ada keterangan apapun yang menjelaskan peristiwa yang menunjukkan seseorang tengah disuntik jarum kosong itu sebenarnya. Tidak ada penjelasan lokasi atau tempat, dialog yang terdengar cuma samar-samar.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan video viral yang disebut-sebut tengah disuntik jarum kosong ini tidak mungkin terjadi di Indonesia. Pasalnya, Indonesia menggunakan suntikan auto destract syringe.

“Sepertinya tidak mungkin ya [terjadi di Indonesia],” tegasnya meluruskan video viral seseorang disuntik jarum kosong itu seperti mengutip laman detikcom, Senin (24/5/2021).

“Karena suntikan yang kita gunakan itu namanya ADS [auto destract syringe] yang artinya suntikan sekali pakai dan setelah itu akan rusak dengan sendiri, jadi hanya betul betul sekali pakai,” sambung dr Nadia.

Di sisi lain, Nadia menegaskan protokol penyuntikan vaksinasi Covid-19 mewajibkan vaksinator untuk menunjukkan produk vaksin terlebih dahulu sebelum disuntik. Maka dari itu, mustahil kasus viral disuntik jarum kosong yang ramai jadi perbincangan belakangan ini berasal dari Indonesia.

“Ada [protap untuk menunjukkan vaksin Corona lebih dulu sebelum disuntik],” kata dr Nadia.

Dalam video viral suntik jarum kosong di medsos @lambee_turahh_official itu terlihat sosok pria baju merah siap divaksin. Sang vaksinator yang memakai APD lengkap membawa vial vaksin, namun tidak terlihat memasukkan isi vaksin ke dalam jarum suntik, dan langsung menyuntikkan vaksin ke pria tersebut.

Banyak warganet geram merespons aksi suntik jarum kosong itu, hingga menduga banyak kasus positif virus Corona usai vaksinasi terjadi karena hal demikian.

Sebelumnya dikutip Solopos.com, terkait jarum disuntik jarum juga pernah viral di media sosial Malaysia. Konspirasi mengenai jarum suntik vaksin Covid-19  yang memiliki ukuran berbeda-beda marak beredar di kalangan warganet Malaysia, menyusul PM Muhyiddin Yassin dan Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham menerima suntikan vaksin Pfizer-BioNTech pertama mereka pada 24 Februari 2021 lalu.

Dalam konteks vaksinasi di Malaysia, jarum besar digunakan untuk menarik vaksin Covid-19  dari botolnya, sementara jarum kecil digunakan untuk disuntikkan ke penerima vaksin.

“Warna jarum yang [juga] berbeda berarti ukuran bore yang berbeda. Jarum yang digunakan untuk menarik sesuatu dari botol berukuran lebih besar (dan berwarna biru) untuk memastikan ekstraksi halus. Jarum yang lebih kecil (merah atau oranye) untuk inokulasi memastikan lebih sedikit rasa sakit dan memar,” kata Kementerian Kesehatan Malaysia dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Mashable Asia, Minggu (28/2/2021).

“Selain itu, jarum yang berbeda diperlukan untuk mencegah kontaminasi silang antara pasien,” katanya

Kementerian Kesehatan juga menegaskan kembali bahwa isi vaksin tetap tidak berubah ketika jarum ditukar. Tentu saja, mereka yang menyebarkan teori konspirasi tak berdasar mungkin tidak akan mendengarkan Anda jika Anda memberi mereka penjelasan rasional.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com, Solopos.com

Comments
Loading...