Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Polda Metro Jaya Bongkar Prostitusi Online, 75 Orang Ditangkap 18 di Antaranya Anak-Anak

Ilustrasi. (Suara.com)

MURIANEWS, Jakarta – Polda Metro Jaya berhasil membongkar prakti postitusi online di dua hotel di Jakarta Barat. Dari penggerebekan tersebut, 75 orang ditangkap.

Ironisnya, dari 75 orang yang ditangkap tersebut, 18 di antaranya masih anak-anak. Rata-rata ke-18 anak tersebut menjadi korban dengan cara dijajahkan kepada pria hidung belang.

“Benar. Ada 18 anak di bawah umur yang menjadi korban,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus seperti dikutip Suara.com, Senin (24/5/2021).

Sementara itu, puluhan orang lainnya yang diamankan di antaranya merupakan pelanggan, muncikari, pekerja seks komersial hingga karyawan hotel. Mereka diamankan dari dua hotel berbeda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, 18 orang di antaranya masih berstatus anak-anak.

“Ada 18 anak di bawah umur yang menjadi korban,” ujar Yusri kepada wartawan, Senin (24/5/2021).

Sementara itu, puluhan orang lainnya yang diamankan di antaranya merupakan pelanggan, muncikari, pekerja seks komersial hingga karyawan hotel. Mereka diamankan dari dua hotel berbeda.

“Jumlah keseluruhan yang diamankan dari dua lokasi yaitu 75 orang,” katanya.

Yusri menuturkan pengungkapan kasus tersebut berawal atas adanya informasi dari masyarakat. Muncikari dalam kasus ini mencari anak-anak melalui media sosial untuk dijajakan kepada pelanggannya melalui aplikasi MiChat.

“Pelaku menawarkan korban kepada laki-laki melalui aplikasi MiChat sebagai wanita BO (booking online) dengan tarif Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu,” bebernya.

Dalam perkara ini penyidik telah menetapkan dua orang mucikari sebagai tersangka. Keduanya, berinisial AD (27) dan AP (24).

Mereke dijerat dengan Pasal 88 Juncto 76 I Undang-undang No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, Pasal 27 Ayat 1 Juncto pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, Pasal 296 dan Pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Suara.com

Comments
Loading...