Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Polisi Pastikan Pembunuh Siswi MA di Kudus Ayah Korban, Sempat Diperkosa Sebelum Dibunuh

Pelaku pembunuhan anak dimintai keterangan Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Polisi berhasil meringkus  pelaku pembunuhan siswi madrasah aliyah (MA) berinisial HKN (16) yang ditemukan meninggal di dapur rumahnya, di Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, awal bulan lalu.

Polisi juga memastikan pelaku pembunuhan tersebut merupakan ayah korban yang berinisial S (45) yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan, dari hasil penyelidikan di lokasi kejadian ditemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pelaku adalah ayah korban. Selain itu, hasil dari uji Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng juga memperkuat bahwa ayah korban memang membunuh putrinya.

“Setelah kami telusuri dan tersangka itu inisial S merupakan  ayah kandung korban. Ada bukti di kuku jari korban, dan sperma di tubuh dan celana dalam korban. Setelah diuji DNA Identik dengan ayah korban,” katanya saat konferensi pers di Mapolres Kudus, Senin (24/5/2021).

Kapolres menjelaskan, korban sempat diperkosa oleh tersangka sebelum korban mengantar adiknya ke sekolah. Dan setelah pulang, tersangka meminta berhubungan intim lagi dengan korban, namun saat itu korban menolak.

“Pertama sudah, yang kedua menolak. Akhirnya tersangka marah dan memukuli korban dan dibawa ke dapur. Di situ korban berontak, dan dipukul lagi hingga pingsan, tapi saat diperiksa ternyata korban sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Baca: Pelaku Pembunuhan Siswi MA di Kudus Ditangkap, Warganet Sebut Pelaku Adalah Ayah Korban

Setelah mendapati korban meninggal, lanjut Aditya, tersangka berdalih menghilangkan jejak dengan menyayat tangan korban dan menaruh tali di tubuh korban, dan tersangka keluar rumah dengan alasan pergi bekerja. “Jadi dibikin seolah korban itu bunuh diri,” imbuhnya.

Atas perbuatanya tersangka dijerat dengan pasal 80 ayat 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 338 KUHP. “Ancaman hukumannnya 15 tahun penjara,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...