Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ada Kisah Nabi Yusuf dalam Batik Bulan Bintang Khas Kudus Ini

Penanggung Jawab Produksi Omah Batik-Ku, Muhammad Fadloli menunjukkan batik motif bulan bintang. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Omah Batik-Ku di Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus membuat ulang batik legendaris motif bulan bintang. Uniknya batik ini memiliki kisah Nabi Yusuf.

Muhammad Fadloli, Penanggung Jawab Produksi Omah Batik-Ku, menjelaskan kepada MURIANEWS. Menurut dia batik motif bulan bintang sudah pernah dibuat di tahun 1.700-an.

“Pembatik zaman dulu terinspirasi perjalanan kisah Nabi Yusuf. Saya buat lagi dari karya pembatik pendahulu,” katanya, Jumat (21/5/2021).

Menurutnya batik bulan bintang diambil dari kisah yang terinspirasi Nabi Yusuf. Dikisahkan, Nabi Yusuf pernah bermimpi melihat bintang, bulan, dan matahari bersujud.

“Selain itu ada cerita pahit yang kerap di Nabi Yusuf di masanya. Mulai dari dimasukkan ke dalam sumur, dizalimi, difitnah, hingga menjadi orang yang dimuliakan karena menjadi perdana menteri di Mesir,” terang Fadloli.

Fadloli melanjutkan tentang berbagai simbol yang terdapat di batik motif bulan bintang. Ada wujud kemakmuran pangan yang disimbolkan dengan isen-isen beras kecer. “Kalau di Mesir kan gandum. Di Jawa dan di Kudus khususnya kan beras, makan ada isen-isen beras kecer,” terangnya.

Selain itu terdapat pohon hayat yang merupakan pohon kehidupan. Di pohon kehidupan itu ada ciri akarnya yang merambat. Hal ini diyakini sebagai lambang kehidupan alam semesta yang makmur di bidang pangan. Selain itu ada bunga menyerupai melati. Yakni filosofi putih, suci, dan harum.

“Kami tertarik membuat ulang karena untuk mengenalkan kembali batik Kudus tempo dulu. Dan ini motifnya unik karena ini motifnya alam semesta yang juga terinspirasi dari kisah Nabi Yusuf,” ujarnya.

Sejauh ini pemesan batik motif bulan bintang mayoritas berasal dari Kudus. Selain itu ada juga yang berasal dari Jakarta.

“Mereka biasanya pesan secara khusus ke kami untuk digunakan sebagai hiasan dinding. Selain itu disimpan sebagai koleksi,” ungkapnya.

Harga batik motif Bulan Bintang itu berkisar Rp 3,5 juta hingga Rp 7 juta. Harga itu bergantung besar kecilnya ukuran batik. Harga Rp 3,5 juta itu untuk kain batik berukuran panjang 250 sentimeter dengan lebar 105 sentimeter atau lebar 115 sentimeter.

“Harapan kami semakin banyak pembatik yang melestarikan motif lama. Sehingga motif bati zaman dahulu bisa terus berkembang. Dan orang yang belum tahu tentang batik, bisa menikmati batik tempo dulu,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...