Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sempat Ditutup karena Pengunjung Membeludak, Wisata Air di Desa Kesambi Kudus Dipastikan Sudah Sesuai Standar

Pengunjung di becak air lengkap dengan pelampung dan masker di Wisata Balong Sangkal Putung Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Wisata Mbalong Sangkal Putung Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus memiliki wisata air berupa perahu dan  becak air. Wisata ini Kamis (20/5/2021) kemarin sempat ditutup lantaran pengunjungnya membeludak.

Kini wisata itu kembali dibuka dengan pembatasan pengunjung. Wisata air di desa tersebut dinilai sudah memenuhi standart operasional dan selalu mengutamakan keselamatan pengunjung.

Dari pantauan MURIANEWS, di lokasi terlihat ada pengunjung yang tengah naik wisata becak air. Becak air tersebut, diisi dua orang penumpang. Dan keduanya juga terlihat memakai pelampung atau masker sesuai protokol kesehatan yang harus dijalankan.

Camat Mejobo Fitrianto mengatakan, sarana prasarana wisata air di Desa Kesambi sudah memenuhi standar. Tak hanya pelampung petugas juga ada yang memonitor saat ada pengunjung yang menggunakan wisata air tersebut.

“Kelengkapanya sudah ada semua seperti pelampung. Pengelola di sini juga bekerja sama dengan BPBD agar ada personel rescue untuk antisipasi dan kesiagaan terhadap kondisi kegawatdaruratan, ” katanya, Jumat (21/5/2021).

Senada Kepala Desa Kesambi M Masri juga menyebut, standar operasional wisata air selama ini sudah dijalankan. Di sana ada satu unit perahu wisata dan lima unit becak air.

“Semua yang naik wisata air harus pakai pelampung, pengunjung juga tidak diperbolehkan bercanda,” ucapnya.

Baca: Pengunjung Membeludak, Wisata Balong Sangkal Putung Kudus Ditutup

Selain itu, kapasitas penumpang wisata perahu sudah dibatasi. Di mana perahu wisatanya memiliki kapasitas sepuluh orang, namun biasanya hanya diisi delapan orang. Sementara wisata bebek air hanya diisi dengan kapasitas dua orang saja.

“Pengemudinya juga sudah ahli, dan ahli dalam berenang juga. Ada juga regu penolong dari BPBD, dan sudah siap dengan perahu karetnya. Setiap 100 meter ada petugas yang memonitor, ” jelasnya.

Menurutnya hal tersebut memang sudah menjadi standar yang setiap harinya dilakukan di wisata air tersebut. Sehingga kejadian-kejadian yang tidak diinginkan bisa diantisipasi.

“Itu memang sudah kami jalankan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti yang sudah terjadi di daerah lain,” imbuhnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...