Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Nama Bupati Kudus Kembali Dicatut untuk Penipuan Bantuan Ponpes, Begini Modusnya

HM Hartopo, Bupati Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Nama Bupati Kudus HM Hartopo kembali dicatut oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan pada sejumlah pondok pesantren di Kota Kretek.

Berdasar dari sejumlah sumber dan rekam gambar chat oknum tak bertanggung jawab dengan salah satu pimpinan pondok pesantren di Kudus, modusnya adalah memberikan bukti transfer uang senilai Rp 22,5 juta yang fiktif kepada pimpinan pondok pesantren yang jadi sasaran penipuan.

Kemudian, dari nominal tersebut diminta untuk mentransferkan uang sebesar Rp 6 juta kepada Yayasan Assalaam yang diduga merupakan yayasan fiktif milik pelaku penipuan.

Niki mangke nedi tolong dibagi damel 1. Mi Raudlatut Tholibin 10.000.000, 2. Anak yatim sekitar tempat tinggal pak ustat 6.000.000.000, 3. yayasan assalaam 6.000.000 4. damel njenengan 500.000. niki rincian pembagiannya njih pak ust,” isi pesan penipuan itu.

Seteleh pesan tersebut, oknum tersebut menyertakan nomor yayasan Assalaam yang diduga milik pelaku sendiri.

Pelaku, sebelum melancarkan aksinya, memperkenalkan diri sebagai Bupati Hartopo dan meminta data-data rekening pondok pesantren dengan alasan untuk dimintakan bantuan. Hingga kemudian dikirimlah bukti transfer palsu lengkap dengan permintaan pembagian bantuan.

Bupati Kudus HM Hartopo sendiri mengatakan sudah ada tiga kasus penipun yang mencatut namanya beberapa bulan belakangan.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak asal percaya apabila mendapat pesan singkat yang mengatasnamakan dia.

Baca: Nama Bupati Kudus Dicatut untuk Penggalangan Dana Ponpes, Hartopo: Hoaks

Pun dengan pesan-pesan singkat lain yang mengatasnamakan pimpinan daerah Kudus lainnya. “Jangan terlalu percaya dan jangan mudah percaya,” katanya, Jumat (21/5/2021).

Hartopo, juga mempersilahkan pihak-pihak yang merasa butuh kepastian terkait hal tersebut untuk berkontak pada dirinya langsung. “Langsung kabari saya saja, saya akan balas kalau via whatsapp,” ujar dia.

Hartopo menambahkan, pihaknya tidak mungkin untuk meminta rekening secara langsung dan memberikan bantuan juga secara langsung. Karena perlu ada prosedur yang harus dilaksanakan untuk itu.

“Biasanya kan yang mengurusi soal ini bagian Kesra, harus ada proposalnya juga, tidak mungkin langsung,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...