Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemain Muda Timnas Argentina, Rebut Medali Emas Olimpiade 2008, Merajai Liga di Eropa

Zabaleta dan Messi. (bola.com)

MURIANEWS, Kudus- Sepak bola Olimpiade selalu menjadi ajang bagi para pemain muda untuk menunjukan kemampuannya. Event ini menjadi semacam ‘show room’ yang dijadikan sebagai parameter para pemandu bakat dari klub-klub besar berburu pemain.

Argentina, sebagai salah satu negara ‘produsen’ pemain sepak bola, pernah menjadi raja di arena Olimpiade. Pada Olimpiade Athena 2004, mereka mampu merebut medali emas. Prestasi ini kemudian diulangi di Olimpiade 2008 yang digelar di Beijing.

Timnas Argentina yang memenangkan emas Olimpiade Beijing 2008, merupakan salah satu generasi emas sepak bola mereka. Di event ini, Argentina keluar sebagai juara usai mengandaskan Nigeria 1-0 dalam laga puncak. Gol tunggal kemenangan Argentina dicetak oleh pemain sayap, Angel Di Maria.

Setelah 12 tahun lebih berlalu, pemain-pemain yang ikut merebut medali emas sepak bola Olimpiade Beijing 2008, sebagian besar sukses di klub-klub Eropa. Namun demikian, ternyata ada juga yang mengalami nasib kurang bagus.

Oscar Ustari yang saat itu berposisi sebagai penjaga gawang, mencatatkan prestasi luar biasa. Oscar Ustari hanya kebobolan dua gol saja di sepanjang pertandingan Olimpiade 2008. Sayangnya, karier hebatnya di masa muda tidak berlangsung lama.

Cidera menganggu perjalanan kariernya, hingga akhirnya kini Oscar Ustari yang kini berusia 33 tahun, terdampar bersama klub Meksiko, Pachuca.

Lalu ada Pablo Zabaleta Pablo, yang merupakan tulang punggung Argentina di Beijing 2008. Usai meraih medali emas Olimpiade 2008, ia langsung diboyong tim Liga Inggris, Manchester City. Di Manchester Zabaleta tampil gemilang dan meraih beberapa trofi juara bergengsi.

Terakhir, Pablo Zabaleta telah menginjak usia 35 tahun, mulai memasuki senja kariernya bersama klub Liga Inggris lainnya, West Ham United.

Karier Ezequiel Garay setelah juara Olimpiade 2008, bahkan bisa disebut luar biasa. Klub raksasa Spanyol, Real Madrid langsung meminangnya. Namun bek tengah ini, tidak maksimal berkembang di Madrid.

Selanjutnya pemain ini berpindah-pindah klub, seperti Benfica serta Zenit. Walau tidak terlalu bersinar, Garay yanh kini berusia 33 tahun tetap tergolong bek elite sepak bola Eropa. Sampai saat ini ia masih bermain di Valencia Spanyol.

BACA JUGA: Leonel Messi Juga Bagian Dari Timnas Muda Argentina Peraih Medali Emas Olimpiade Beijing 2008

Peningkatan karier juga dialami Federico Fazio, bek tengah Argentina peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008. Pemain ini mencapai masa kegemilangannya bersama Sevilla. Lalu pindah ke Tottenham Hotspur dan AS Roma. Kini di usianya yang 33 tahun, ia masih bermain untuk AS Roma.

Selanjutnya, Luciano Monzon yang berposisi bek kiri, juga malang melintang di sejumlah klub Eropa. Karirenya dimulai di Real Betis, Nice, Lyon, Fluminense, Boca Juniors, dan Universidad de Chile. Sosok Luciano Monzon sendiri kini sudah berusia 33 tahun. Kariernya sedang dilalui bersama Club Atletico Tucuman.

Real Madrid juga langsung kesengsem dengan penampilan Fernando Gago di Olimpiade Beijing 2008. Sayang sekali, Gago yang sekarang sudah berusia 34 tahun, sulit berkembang di Real Madrid. Ia kemudian berpindah-pindah klub, mulai dari AS Roma, Valencia, Boca Juniors, hingga yang terkini Velez Sarsfield.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: indosport.com

Comments
Loading...