Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tradisi Bulusan dan Sewu Kupat di Kudus Kembali Ditiadakan, Wisata Tetap Buka

Prosesi Tradisi perayaan kupat di Desa Colo Kecamatan Dawe, Kudus, Jumat (22/6/2018). (MURIANEWS)

MURIANEWS, Kudus – Hari Lebaran Ketupat atau Kupatan di Kota Kretek memiliki beraneka macam tradisi yang biasanya digelar dengan meriah oleh sejumlah desa di Kudus.  Bahkan, masyarakat yang datang pun dari berbagai kota.

Tahun ini, Kabupaten Kudus kembali meniadakan kegiatan-kegiatan dalam tradisi kupatan yang biasanya digelar di berbagai desa. Seperti Tradisi Sewu Kupat di Desa Colo, Kecamatan Dawe; Tradisi Bulusan di Desa Hadipolo,  Kecamatan Jekulo hingga Tradisi Praon yang ada di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Mutrikah mengatakan, sudah dua tahun terakhir seluruh tradisi kupatan yang ada di Kudus tidak boleh digelar. Lantaran, menimbulkan kerumunan dan dikhawatirkan adanya penyebaran virus Covid-19.

“Kami mengikuti petunjuk dari Satgas Covid-19, karena tidak boleh menggelar kegiatan yang mengumpulkan massa dan mengakibatkan kerumunan, semua tradisi tahun ini ditiadakan. Kami sudah larang dan hari ini akan kami beri edarkan surat pendukung hal itu,” katanya, Rabu (19/5/2021).

Berdasarkan pengalaman sebelum pandemi, Tradisi Kupatan di berbagai desa selalu ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kabupaten/kota. Pihaknya pun tidak mau mengambil risiko jika dilihat dari pengalaman tersebut.

“Contohnya di Colo, itu tradisi sewu kupat yang hadir bahkan sudah tingkat Jawa Tengah karena mengalap berkah dari Kanjeng Sunan Muria. Melihat pengalaman itu, kami tidak mau mengambil risiko, apalagi saat rebutan ketupat masyarakat akan berjubel,” ungkapnya.

Sementara, selama Lebaran Ketupat, destinasi wisata di Kudus tetap diperbolehkan beroperasional,  baik wisata milik pemerintah daerah, swasta ataupun desa. Hanya saja, protokol kesehatan dan ketentuan-ketentuan saat pandemi Covid-19 harus tetap dijaga.

“Kami juga minta menambah satgas di. Ketentuan pengunjung juga harus dibatasi maksimal 30 persen dari kapasitas. Intinya protokol kesehatan seperti masker, cuci tangan, dan tidak berkerumun harus bisa dijaga, ” imbuhnya.

Namun, ada satu wisata perahu di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus yang ditutup. Lantaran, beberapa hari lalu saat ditinjau Kapolres, Dandim Kudus dan Pemerintah Kabupaten Kudus dinilai tak memenuhi standar operasional wisata air.

“Satu saja itu kemarin yang sudah diminta tutup oleh Kepala Disbudpar. Sampai mereka (pelaku wisata perahu) bisa memenuhi standar sarpras operasional wisata perahu, ” tandasnya

Terpisah, Kepala Desa Colo M Destari Andryasmoro menyatakan, Tradisi Sewu Kupat tahun ini, kembali ditiadakan. Lantaran masih dalam kondisi pandemi Covid -19.

“Dua tahun terakhir ini kami tindakan. Karena ada sampai saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga masih berlaku. Jadi tidak boleh ada kerumunan, ” imbuhnya

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...