Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pencari Kartu Kuning di Kudus Melonjak Dua Kali Lipat Usai Lebaran

Warga mempersiapkan berkas sebelum membuat kartu kuning di Disnaker Perinkop dan UKM Kudus, Rabu (19/5/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pembuat kartu kuning atau kartu tanda pencari kerja yang juga dikenal sebagai AK1 di Kudus melonjak dua kali lipat. Lonjakan dua kali lipat ini terjadi pascalebaran.

Pengamatan MURIANEWS di lapangan, Rabu (19/5/2021) di area luar kantor Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus ada puluhan orang yang antre untuk membuat kartu kuning sebagai salah satu syarat melamar kerja. Di area dalam kantor juga terdapat sembilan orang yang sedang mengantre.

Kasi Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri (IPK-PTKDN) Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus Evita Dewi mengatakan, memang terjadi kenaikan pembuat kartu kuning pascalebaran. Hal ini terjadi setiap tahunnya.

“Di hari-hari biasa sebelum Lebaran biasanya dalam sehari hanya ada 30 sampai 40 orang. Pascalebaran seperti ini sehari rata-rata bisa mencapai 70 sampai 80 orang,” katanya, Rabu (19/5/2021).

Evita melanjutkan, kenaikan pembuat kartu kuning terjadi sejak Senin (17/5/2021) lalu. Menurut dia, pembuat kartu kuning didominasi lulusan SMA dan SMK.

“Bagi yang ijazahnya belum keluar, kalau mau membuat kartu kuning bisa menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL). Walaupun ada kenaikan pembuat kartu kuning, secara pribadi saya senang melihatnya. Artinya anak-anak muda semangat untuk mencari kerja,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Pelatihan dan Produktivitas, Bambang Santoso mengatakan hal yang serupa. Menurut dia setiap tahunnya ada tren kenaikan pembuat kartu kuning pascalebaran.

“Mayoritas lulusan SMA. Dan kebanyakan perempuan. Biasanya mereka mencari kerja di pabrik Jepara dan Pati,” ujarnya.

Bambang melanjutkan, ada beberapa persyaratan yang harus dibawa ketika mengurus kartu kuning. Mulai dari Meliputi satu lembar fotocopy ijazah terakhir, transkrip nilai untuk lulusan Diploma atau S1, satu lembar fotocopy KTP, dan dua lembar pas foto ukuran 2X3 atau 3X4.

Sementara itu, salah seorang pembuat kartu kuning asal Desa Kirig, Kudus, Isa Anshori mengaku sedang memperpanjang masa berlaku kartu kuningnya. Dia berniat melamar kerja di Cikarang, Bekasi.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...